

Jurnalikanews- Purbaya Yudhi Sadewa dilantik sebagai menteri keuangan baru pada 8
September 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto, menggantikan Sri Mulyani yang sudah
menjabat sebagai menteri keuangan selama 9 tahun. Pelantikan menteri keuangan baru menarik
perhatian masyarakat Indonesia, terutama kalangan Gen Z. Hal ini disebabkan latar belakang
pendidikan, rekam jejak profesional, serta sikap sang menteri yang berhasil mencuri perhatian
publik.
Salah satu hal yang menarik dari sosok Pak Purbaya yaitu latar pendidikannya, perjalanannya
sebagai seorang ekonom tidak dimulai dari ranah ekonomi tetapi dari ranah teknik. Beliau
mengawali pendidikannya di Institut Teknologi Bandung dan berhasil mendapat gelar Sarjana
Teknik Elektro. Dari latar belakang inilah yang membawa beliau masuk ke dunia profesional,
dengan bekal ilmu yang didapat sebagai insinyur yaitu mempunyai kerangka berpikir yang logis,
terstruktur, dan berbasis data.
Setelah lulus dari ITB, beliau bekerja di Schlumberger Overseas S.A., sebuah perusahan jasa
perminyakan multinasional sebagai Field Engineer. Namun, menurut keterangan langsung dari
Pak Purbaya, beliau merasa berat sekali bekerja di lapangan dan bahkan tidak tidur berhari-hari,
sehingga beliau mencari tempat yang lebih tenang dan melihat ekonomi sebagai tempat yang
menarik untuk berkontribusi ke negara melalui perannya sebagai seorang ekonom yang baik.
Dari alasan inilah yang membawanya terbang ke Amerika Serikat untuk melanjutkan studi di
Purdue University, Indiana. Di universitas ini, beliau bahkan tak tanggung-tanggung berhasil
meraih dua gelar sekaligus, yaitu Master of Science (M.S.) di bidang Ekonomi dan Doctor of
Philosophy (Ph.D.) di bidang Ekonomi.
Dari dua latar Pendidikan inilah beliau mempunyai keunggulan analitis yang kuat, dimana hal itu
akan menjadi bekal penting dalam strategi di pemerintahan. Sebelum menjadi menteri keuangan,
beliau menjadi ketua dewan komisioner LPS Tahun 2020. Dari posisi inilah beliau dapat
dipercaya memimpin Kementerian Keuangan dan menghadapi tantangan ekonomi ke depan.
Baru menjabat dua bulan sebagai menteri keuangan, sosok Pak Purbaya sudah mendapat sorotan
dari masyarakat. Gaya kepemimpinan Pak Purbaya yang berbeda dari pejabat lainnya, dimana
gaya kepemimpinan beliau yang tidak kaku, yang membuatnya dijuluki “Menteri Koboy” oleh
beberapa netizen di sosial media. Beliau juga dikenal sebagai orang yang asik dan ramah, setiap
diwawancarai oleh wartawan beliau menjawab dengan gaya yang santai, ceplas-ceplos dan
diselingi dengan candaan, sehingga beliau berhasil menarik atensi publik dan banyak disukai
terutama Gen Z. Pak Purbaya juga dikenal sebagai sosok yang sederhana dan apa adanya,
beberapa kali beliau terlihat makan siang di rumah makan di pinggir jalan, dekat kantor
Kementerian Keuangan. Bahkan beliau menyuarakan gerakan untuk mendukung dan
menyejahterakan UMKM.
Dalam berbagai kesempatan, Pak Purbaya menyampaikan kebijakan yang berpotensi
menguntungkan masyarakat, seperti mengeluarkan dana untuk perbankan atau menunda pajak
untuk pedagang online, Ia juga berambisi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang
tinggi. Pak Purbaya juga memiliki visi eknomi yang berani dimana beliau berani dalam
mengambil keputusan strategis dengan mendorong penanganan utang kereta cepat tanpa
membebani APBN.
Dari gaya kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Pak Pubaya, sikap beliau yang santai dan
humble, dan langkah proaktif dalam mengatasi masalah, pendekatan ini dianggap segar oleh
masyarakat dan berhasil menarik perhatian masyarakat dari berbagai kalangan terutama Gen Z,
sehingga banyak sekali Gen Z yang terinspirasi dan termotivasi dari sosok Pak Purbaya. (AMR)