

Jurnalikanews – Menjadi mahasiswa bukan hanya pergi ke kelas, menyelesaikan tugas
kuliah, Tugas Akhir (TA) atau skripsi. Namun, menjadi mahasiswa juga berarti
mempertahankan jati diri. Banyak orang percaya bahwa stres yang dialami mahasiswa
disebabkan oleh beban akademik. Tetapi, kenyataannya jauh lebih kompleks. Tekanan sosial,
masalah keuangan atau ketakutan akan kegagalan di masa depan dapat menyebabkan
mahasiswa cepat lelah, cemas, atau kehilangan semangat atau motivasi.
Jangan khawatir kamu tidak akan merasa sendirian, jika kamu sering merasa kewalahan
dengan perkuliahan atau merasa hidup ini “berat banget”. Kami akan membahas alasan
mengapa mahasiswa sering mengalami stres dan cara mudah untuk menguranginya.
Kenapa mahasiswa sering mengalami stres?
1. Tugas kuliah dan tugas akhir atau skripsi yang belum selesai
Setiap semester rasanya seperti melewati maraton. Terlalu banyak tugas yang
harus diselesaikan, belum lagi revisi Tugas Akhir (TA) atau skripsi, yang dapat
menghabiskan banyak waktu dan emosi. Tekanan akademik merupakan sumber stres
utama bagi mahasiswa pada umumnya.
2. Masalah biaya hidup dan keuangan
Sangat penting bagi sebagian besar mahasiswa, terutama mereka yang tinggal di
luar kota atau luar negeri, harus bijak dalam mengatur keuangan setiap bulanannya.
Ketika kamu tidak memiliki cukup uang, kamu pasti merasa lebih stres dan
terbebani.
3. Tekanan sosial dan ekspetasi orang tua
Orang tua dan lingkungan sering memaksa mahasiswa untuk memenuhi syarat
tertentu, seperti lulus tepat waktu, memiliki IPK tinggi atau bekerja cepat setelah
wisuda. Jika tidak diimbangi dengan dukungan emosional, semua itu dapat menjadi
beban yang berat.
4. Persahabatan dan hubungan yang rumit
Selain itu, kamu dapat mengalami beban mental yang lebih besar jika memiliki
teman yang toxic, hubungan asmara yang tidak sehat atau kesepian. Terkadang,perasaan seseorang dapat diubah oleh hal-hal kecil, seperti percakapan yang sering
diabaikan.
5. Krisis Quarter Life: takut gagal menentukan arah hidup
Di usia 20 tahun, banyak mahasiswa yang mulai mempertanyakan, “Aku mau jadi
apa nanti?” Perasaan minder dan kehilangan arah muncul ketika kamu dibandingkan
dengan orang lain yang terlihat lebih sukses. Krisis quarter life adalah salah satu
penyebab stres yang sering tidak disadari.
Tips dan trick mengurangi stres saat menjadi mahasiswa
1. Kendalikan waktu dengan baik
Gunakan planner atau aplikasi catatan untuk mengatur tugas dan kegiatan.
Fokuskan pada hal-hal yang mungkin dan penting. Jadwal yang teratur dapat
mengurangi pl karena kamu tahu apa yang harus dilakukan terlebih dahulu.
2. Luangkan waktu untuk diri sendiri
Tidak masalah untuk istirahat sebentar, seperti jalan-jalan di sore hari, menonton
film, mendengarkan musik, atau hanya tidur siang bisa membantu kamu merasa
lebih segar.
3. Ceritakan apa yang kamu rasakan
Daripada menyimpannya untuk diri sendiri, lebih baik beritahu teman, keluarga,
atau konselor kampus tentang hal ini. Ada saat-saat ketika mendengarkan saja sudah
cukup untuk meringankan pikiran.
4. Pilih tujuan yang realistis
Ingatlah bahwa kegagalan bukan berarti kamu tidak memiliki kemampuan. Itu
adalah kesempatan untuk memperbaiki diri. Kamu tidak perlu memaksa diri untuk
menjadi sempurna atau pun sebaliknya, fokuskan pada melakukan yang terbaik
sesuai kemampuan.
5. Jaga pola hidup sehat
Untuk mengurangi stres biasakan untuk memiliki pola hidup yang sehat seperti
tidur yang cukup, makanan yang bergizi, dan berolahraga minimal 30 menit setiap
hari.
6. Jangan membandingkan diri kamu dengan orang lain
Ingatlah bahwa setiap orang memiliki jalan dan waktunya sendiri. Fokuslah pada
perkembangan diri sendiri daripada apa yang telah dicapai orang lain.
Stres itu hal yang normal bagi mahasiswa, terutama bagi mereka yang sedang berjuang
untuk memilih antara organisasi, pekerjaan, dan masa depan. Meskipun demikian,
ingatlah bahwa tidak perlu selalu menjadi kuat. Kita tahu kapan kita harus berhenti
sejenak dan ambil napas.
Hidup di kampus bukan hanya tentang nilai dan tugas akhir atau skripsi, tetapi juga
tentang belajar mengenal diri sendiri. Atur waktu, jaga diri, dan nikmati prosesnya.
(NSA)