JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Artikel Inspirasi Kuliner

Mengenal Konsep “Cloud Kitchen” dalam Dunia Kuliner

Sumber : id.techinasia.com

Jurnalikanews- Pada masa pandemi corona ini, para pengusaha berlomba-lomba dalam mengeluarkan ide baru yang inovatif dan dapat beradaptasi dengan keadaan yang ada, begitu pula dengan para pebisnis kuliner. Berbagai cara digunakan untuk menarik perhatian para konsumen dan mempermudah proses jual-beli dalam hal kuliner.

Cloud kitchen, belakangan banyak dibicarakan dan dilirik oleh pebisnis kuliner. Konsep cloud kitchen ini mulai digandrungi oleh pebisnis kuliner pada masa pandemi virus corona. Sebenarnya apa cloud kitchen itu?

Cloud kitchen merupakan istilah untuk restoran yang khusus melayani pesan-antar makanan. Restoran virtual ini tidak menyediakan layanan makan di tempat. Berbeda dengan restoran biasa, cloud kitchen ini dapat memproduksi makanan dengan banyak jenis produk dan dari beberapa merek sekaligus.

Uniknya cloud kitchen ini hanya menawarkan layanan pesan-antar saja bagi para konsumennya, restoran virtual ini tidak menyediakan layanan makan di tempat, bahkan dalam beberapa gerai tidak disediakan meja dan kursi untuk para konsumen.

Di Indonesia sendiri aplikasi penyedia layanan on demand seperti Gojek dan Grab sudah mengusung konsep cloud kitchen ini, mulai pertengahan tahun lalu. Contohnya Gojek yang menggandeng perusahaan rintisan asal India Rebel Food dalam rencana mengembangkan jaringan 100 cloud kitchen bersama Gojek di Indonesia dalam 9 bulan mendatang.

Aplikasi Grab juga memiliki layanan Grab Kitchen yang mengusung konsep cloud kitchen dalam penggunaanya. Dan sudah memiliki lebih dari 50 cabang Grab Kitchen yang terdapat di sekitar 20 lokasi di Indonesia dan sampai saat ini masih terus berkembang.

Adanya konsep cloud kitchen atau dapur “delivery only” ini bisa menjadi solusi bagi para pebisnis kuliner yang kehilangan mata pencahariannya dikarenakan persaingan yang ada dan keadaan pandemi corona. Para pebisnis kuliner dapat menjadi mitra bersama dengan layanan on demand seperti Gojek dan Grab dalam proses berbisnis nya.

Konsep “Cloud Kitchen” ini hadir karena orang-orang yang lapar, sudah letih dengan kemacetan jalan raya, dan waktu yang terbuang karenanya. Sehingga mereka lebih memilih jasa delivery untuk memenuhi kebutuhan perut mereka. Apalagi disaat pandemi corona ini, konsep cloud kitchen dianggap sangat menguntungkan dan solusi baik bagi para pebisnis kuliner maupun bagi para konsumennya. (NY)

Tinggalkan Balasan