Bukan Negara Kita yang Sistem Pendidikannya Terburuk, Namun Negara Inilah yang Lebih Buruk dari Indonesia

Sumber : www.globaleducation.edu.au

Jurnalikanews – Pendidikan merupakan hal penting untuk mengubah pola pikir manusia yang dulunya tidah tahu apa-apa menjadi manusia yang berpengetahuan. Selain itu, pendidikan juga satu-satunya untuk memajukan Sumber Daya Manusia (SDM) dimana SDM merupakan hal yang paling penting dalam memajukan bangsa dan negara. Namun sayangnya tidak semua sistem pendidikan di dunia ini baik dan merata. Ada ketimpangan-ketimpangan yang membuat anak berkembang tidak sesuai usianya Jika kita lihat, banyak sekali kasus-kasus yang tidak baik didunia pendidikan. Seperti: pelecehan seksual, suap menyuap, tawuran, pembunuhan, dan masih banyak lagi.

Salah satu wilayah yang memiliki sistem pendidikan terburuk yaitu Afrika. Afrika adalah benua terbesar ke tiga dunia dan ke dua terbanyak penduduknya setelah Asia dengan luas wilayah 30.224.050 km² termasuk pulau-pulau yang berdekatan. Afrika terkenal dengan perekonomian yang buruk dan sistem pemerintahan yang kurang teroganisir. Sebenarnya Afrika termasuk benua yang subur dan dapat memenuhi kebutuhan pangannya sendiri bahkan mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan dunia.

Afrika juga selama ini mampu memasok 98% kebutuhan dunia, emas (35%), mangan (25%) dan tembaga (20%), serta minyak bumi yang banyak terdapat di Afrika Utara dan Afrika Barat. Namun dengan hasil sumber daya alam yang begitu berlimpah Afrika masih tetap menjadi benua termiskin di dunia. Hasil penelitian Human Development Report 2003 dari PBB menyebutkan bahwa Gambia berada pada posisi 151 dan Sierra Leone di posis ke 175 dibanding dengan negara-negara lain di benua Afrika

Kondisi perekonomian yang rendah mempengaruhi kegiatan pendidikan di Afrika. Sistem pendidikan di Afrika mengutamakan pendidikan tradisional yaitu kaum laki-laki mendapatkan berbagai pendidikan keterampilan dengan latar belakang militer dan keagamaan, sementara kaum wanita mendapat pendidikan keterampilan rumah tangga dan pertanian. Terjadinya diskriminasi berdasarkan ras mengakibatkan penduduk kulit hitam tidak menerima pendidikan yang baik seperti layaknya penduduk kulit putih. Sehingga banyak penduduk Afrika yang tidak bersekolah, dikarenakan faktor ekonomi yang telah mengalami banyak penurunan akibat perang yang tak henti-henti nya melanda benua tersebut.

Seperti contohnya pendidikan yang di dapat anak-anak di Sierra Leone, negara yang berada di benua Afrika bagian Barat, meskipun terkenal dengan hasil tambangnya yang melimpah dan keuntungannya yang mencapai puluhan ribu dollar Amerika, tetap saja banyak anak yang putus sekolah karena tidak mampu membiayai pendidikannya. Padahal Pemerintah Sierra Leone telah memberikan kelonggaran berupa sistem pendidikan wajib sekolah dasar selama 6 tahun dan sekolah menengah 3 tahun secara gratis, tetapi kesempatan tersebut tidak dapat dinikmati  penduduk Sierra Leone karena bangunan sekolahnya hancur akibat perang saudara. Kekerasan seksual menjadi kasus yang banyak terjadi di Sierra Leone. Menurut laporan polisi pada 2018, sebanyak 8.505 kasus pemerkosaan terjadi dan 2.579 diantaranya melibatkan anak di bawah umur atau anak sekolah. Meski demikian, para aktivis meyakini jumlah ini pada kenyataannya bisa jauh lebih tinggi karena korban tidak melapor. Ketika sekolah-sekolah kembali dibuka setelah situasi krisis karena Ebola sudah terkendali, Pemerintah Sierra Leone melarang para siswi yang dalam keadaan hamil untuk mengikuti kelas. Salah satu alasan utamanya adalah untuk melindungi anak-anak lain yang tidak mengalami hal itu. Kemudian pemerintah Sierra Leone akhirnya memperbolehkan kembali remaja hamil untuk bersekolah, karena ada beberapa desakan dari beberapa pihak yang menganggap hal itu merupakan diskriminasi dan kebijakan itu sebelumnya disebut telah membuat hak dari puluhan ribu siswi tidak dapat menyelesaikan pendidikan mereka. Namun, sekarang Pemerintah Sierra Leone mengintegrasikan kelas-kelas pendidikan seksual ke dalam kurikulum nasional untuk memerangi kehamilan remaja dan meningkatkan kesadaran seputar kontrasepsi.

Sekarang, Demi tercapainya pendidikan yang berkualitas dan merata, pemerintah Sierra Leone pun bekerja sama dengan badan PBB, UNDP. Hal ini diharapin bisa nigkatin efisiensi dan kualitas pendidikan di Sierra Leone.

Nah, itu dia merupakan salah satu wilayah dengan sistem pendidikan terburuk di dunia. Bersyukur kita dilahirkan dan mengenyam pendidikan di Indonesia, walaupun tidak sebagus negara-negara tetangga seperti Singapura dan lain-lain. Namun kita tidak mengalami hal-hal buruk seperti di Sierra Leone. (ATK)

Tinggalkan Balasan