IMAKA Mengkaji : Omnibus Law Telah Disahkan, Kita Bisa Apa?

Sumber : dokumentasi pribadi

Jurnalikanews- Jumat, 27 November telah berlangsung kegiatan IMAKA mengkaji yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik AKA Bogor. Kegiatan ini dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom yang dimulai pada pukul 18.30 WIB dan berakhir pada pukul 21.00 WIB. Kajian kali ini dimoderatori oleh Syahrul Ramadhan selaku Wakil Presiden Mahasiswa Politeknik AKA Bogor periode 2020/2021, dan materi diisi oleh Bagas Maropindra selaku koordinator wilayah BEM se- Jabodetabek Banten.

Diskusi kali ini mengangkat permasalahan mengenai Undang-Undang Omnibus Law yang telah kita ketahui bahwasanya UU ini disahkan oleh DPR RI pada tanggal 5 Oktober 2020 dan diundangkan pada tanggal 2 November 2020 meski mendapat banyak penolakan dari berbagai elemen masyarakat. Pada kegiatan ini dibahas pula pergerakan yang dapat dilakukan oleh mahasiswa setelah pengesahan UU Omnibus law tersebut.

 “Sebelum kita masuk ke omnibus law, kita juga perlu tau ada kebijakan-kebijakan diluar sana yang sebenarnya tidak pro terhadap rakyat” ujar Bagas Maropindra

Pada pemaparan materi dijelaskan pula kebijakan yang menjadi kontroversial selama 1 tahun Jokowi-Ma’ruf seperti program kartu pra kerja, rangkap jabatan ASN sebagai komisaris BUMN, konflik kepentingan staff khusus presiden, iuran BPJS, Perpu No. 1 Tahun 2020, dan yang terakhir omnibus law yang menjadi inti dari bahasan diskusi kali ini.

Pada pemaparan materi, disebutkan pula beberapa alasan pemerintah menerbitkan omnimbus law serta fakta-fakta pada pengesahan omnibus law ciptaker yang terdapat beberapa kejanggalan seperti pembahasan RUU Cipta kerja dikebut dalam 64 kali rapat, rapat paripurna DPR yang mendadak dimajukan, paripurna diwarnai adu mulut dan walk out Demokrat, 257 dari 575 anggota DPR tidak hadir saat pengesahan, dan kejanggalan lainnya.

“Sejak adanya rumusan UU omnibus law pemuda sudah bergerak, saat ini angkatan muda tidak mati rasa karena minat menjadi aktivis semakin tinggi,  seperti yang kita lihat elemen masyarakat, buruh, mahasiswa, bahkan pelajar sudah bergerak pasca 23-24 november  2019.” sebut Bagas Maropindra

Acara IMAKA mengkaji ini berjalan lancar dimulai dengan pembukaan oleh MC, tilawah, menyanyikan lagu Indonesia raya dan lagu totalitas perjuangan, kemudian sambutan oleh Rizal Azmi selaku ketua pelaksana acara tersebut dan sambutan oleh Dendy Aldriansyah selaku Presiden Mahasiswa Politeknik AKA Bogor periode 2020/2021. Lalu setelah itu dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh pemateri Bagas Maropindra dan diakhiri oleh sesi diskusi antara pemateri dengan peserta imaka mengkaji. Peserta yang hadir pada kegiatan ini berkisar sekitar 55 orang yang berasal dari mahasiswa Politeknik AKA Bogor. (NAM/WA)

Tinggalkan Balasan