JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Recent Update Saduran

Di Balik Kematian Hilarius

pelajar-gladiator_20170921_142046Jurnalikanews- Akhir-akhir ini terdengar kembali kasus mengenai kekerasan pelajar yang terjadi di Bogor. Seperti hal nya kasus yang dulu sempat terjadi, sekitar tahun 2016, seorang pelajar bernama Hilarius Christian Event Raharjo, salah satu siswa dari SMA Budi Mulia Bogor, yang tewas akibat kejadian tersebut. Kasus ini kembali diangkat ke permukaan akibat curhatan sang ibu, Maria Agnes, yang masih terpukul karena ditinggalkan oleh anaknya akibat kejadian naas tersebut.

            Maria bercerita, ia baru mengetahui bahwa sebelum meninggal anak nya sempat diadu di lapangan basket, pertarungan tersebut disaksikan oleh beberapa pelajar lain, “Kejadiannya sebelum pertandingan basket, Hila diminta untuk mewakili sekolahnya, padahal sudah menolak tapi dipaksa, beberapa pelaku promotor sudah dikeluarkan dari sekolahnya, tapi masih ada yang berkeliaran bebas, saya ingin semua yang terlibat mendapat hukuman,” katanya kepada wartawan, Jumat (15/9/2017). Saat itu, Hilarius didesak oleh teman-temannya untuk ikut serta dalam tradisi “bom-boman” di lapangan SMAN 7 Bogor. “Bom-boman” itu sendiri adalah dua pelajar berkelahi satu lawan satu yang disaksikan oleh pelajar lain.

            Maria sangat menyayangkan akan kejadian yang ditimpa oleh anaknya itu. Sebelumnya pihak keluarga menolak untuk dilakukan aoutopsi terhadap jenazah Hilarius sehingga kasusnya ditutup. Namun, karena maraknya perbincangan mengenai perkelahian pelajar dan keluh kesah Maria Agnes, akhirnya kasusnya dibuka kembali oleh pihak kepolisian. “Memang agak sedikit terlambat penyidikannya, kejadiannya Januari 2016 lalu, saat itu terkendala kaitannya dengan autopsi, keluarga korban tidak mau diautopsi,” ujar Kapolsek Bogor Utara, Kompol Wawan Wahyudin, Jumat (15/9/2016).

            Kapolsek dan anggota Polsek Bogor Utara datang menyambangi kediaman Maria Agnes di Kelurahan Batutulis, Bogor Selatan, Kota Bogor. Untuk penyelidikan lebih lanjut pihak keluarga akhirnya bersedia dilakukan aoutopsi terhadap jenazah Hilarius. Wawan juga mengatakan bahwa pihaknya sudah memeriksa 13 orang saksi. (Fqh)

Sumber Berita : www.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan