JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

TikTok Kembali Kuasai Media Sosial di Indonesia 2026: Bagaimana ‘Mindless Scrolling’ Memikat Kita?

Sumber : Telkomsel.com

Jurnalikanews – Lanskap media sosial di Indonesia mencatat perubahan signifikan seiring dengan bergesernya perilaku konsumsi informasi masyarakat. Sebagai aplikasi berbagi video pendek, TikTok kembali tercatat sebagai platform media sosial yang paling sering diakses oleh warganet di tanah air pada tahun 2026. Berdasarkan data terbaru dari Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Pengguna Internet Indonesia yang dirilis oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), TikTok mendominasi pasar digital dalam negeri dengan porsi 31,8 persen. Angka tersebut mengungguli platform lain seperti Facebook yang berada di angka 29,4 persen dan Instagram dengan persentase 27,7 persen. Dengan total penetrasi internet nasional yang kini mencapai 81,72 persen atau setara dengan 235,26 juta jiwa, platform ini memperkuat posisinya dalam menarik perhatian audiens domestik.

Pencapaian ini menjadi kali kedua bagi TikTok menduduki peringkat teratas di Indonesia. Pada tahun 2025, laporan profil internet APJII juga menempatkan platform ini sebagai saluran digital terpopuler dengan tingkat akses yang tinggi sebelum peta persaingan kembali bergerak dinamis. Namun, di balik keberhasilan mempertahankan posisi tersebut, terdapat hubungan antara bertahannya popularitas TikTok dengan fenomena perilaku yang kian marak di kalangan netizen Indonesia, yaitu mindless scrolling. Istilah ini merujuk pada kebiasaan menggulir layar ponsel secara otomatis, tanpa kesadaran penuh dan tanpa tujuan yang jelas. Aktivitas refleks tersebut umumnya dilakukan untuk mengisi waktu luang atau mengalihkan perhatian dari rasa penat.

Faktor utama yang mempertahankan siklus mindless scrolling di platform ini adalah mekanisme fitur For You Page (FYP). Berbeda dari platform konvensional yang menyusun linimasa berdasarkan akun yang diikuti secara manual, algoritma TikTok bekerja secara independen dalam merekam preferensi personal pengguna. Melalui fitur infinite scroll yang merupakan desain layar tanpa batas bawah alami untuk memberikan sinyal kapan harus berhenti, pengguna cenderung kehilangan kesadaran terhadap waktu. Psikolog Danielle Haig menjelaskan bahwa aliran informasi dan stimulasi tanpa henti dari media sosial mengaktifkan jalur dopamin secara berlebihan. Setiap kali seseorang menemukan konten menarik, otak memberikan “hadiah kecil” berupa sensasi menyenangkan. Kondisi inilah yang membuat durasi penggunaan media sosial sering kali melampaui rencana awal pengguna.

Kombinasi antara durasi video yang singkat dan kecenderungan mindless scrolling netizen Indonesia akhirnya menciptakan keterikatan yang kuat. Baik berupa video informatif, hiburan komedi, hingga tren audio yang sedang populer, sistem platform digital secara konstan memasok konten yang paling efektif mempertahankan durasi tontonan. Data APJII menunjukkan bahwa mayoritas pengguna internet di Indonesia kini menghabiskan waktu rata-rata 1 hingga 2 jam per hari khusus untuk mengakses media sosial. Pada akhirnya, bertahannya TikTok di posisi puncak untuk kedua kalinya menjadi cerminan nyata bagaimana teknologi dapat memengaruhi cara masyarakat modern mengalokasikan waktu luang sehari-hari. (MAH)

Sumber:

https://www.kompas.com/tren/read/2026/06/14/100000565/daftar-media-sosial-yang-paling-sering-diakses-warganet-indonesia-2026

https://tekno.kompas.com/read/2025/08/14/08270037/survei-apjii–5-medsos-terpopuler-di-indonesia-2025-tiktok-juara?page=all

https://www.inikalteng.com/ketagihan-sosmed-beberapa-kegiatan-yang-bisa-dilakukan-untuk-menghindari-mindless-scrolling/

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8237509/psikolog-sebut-kebanyakan-scroll-medsos-bisa-bikin-popcorn-brain-apa-itu?page=3

https://agridigi.fkp.unesa.ac.id/post/efek-scrolling-media-sosial-secara-berlebihan-terhadap-tumbuh-kembang-otak

https://www.kompasiana.com/abdulfatah9918/69379a37c925c468f107c092/dopamin-dan-anak-muda-kenapa-kita-cepat-tertarik-pada-video-pendek

https://data.goodstats.id/statistic/mayoritas-warganet-indonesia-habiskan-1-2-jam-per-hari-untuk-media-sosial-jGcWY