JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Badan di Kelas, Pikiran di Mana-Mana: Kenapa Otak Terasa Kosong Padahal Sibuk Terus?

Sumber : openup.com

Jurnalikanews – Pernahkah Anda saat duduk di dalam kelas dan menatap papan tulis atau layar presentasi, tetapi tidak ada satu pun materi yang benar-benar terserap? Secara fisik Anda hadir, namun pikiran melayang ke mana-mana. Fenomena ini sering kali membuat seseorang merasa bingung dan berpikir “Mengapa otak terasa kosong dan sulit fokus, padahal seharian sibuk melakukan banyak hal?”

Kondisi ini bukanlah sekadar rasa malas atau kurangnya motivasi, melainkan indikasi dari brain fog (kabut otak) atau kelelahan mental (mental fatigue). Brain fog adalah keadaan ketika seseorang mengalami penurunan fungsi kognitif sementara yang ditandai dengan sulit berkonsentrasi, lambat memproses informasi, mudah lupa, dan merasa pikiran tidak jernih.

Lalu, hal apa saja yang dapat menyebabkan otak terasa kosong saat sibuk? Kesibukan berlebih tanpa manajemen energi yang baik dapat memicu kelelahan mental. Beberapa faktor utamanya meliputi:

  • Stres kronis: Tekanan tugas, laporan, ujian, atau deadline yang terus-menerus membuat tubuh memproduksi hormon kortisol secara berlebihan. Stres berkepanjangan ini mengganggu fungsi korteks prefrontal, bagian otak yang bertanggung jawab atas fokus dan pengambilan keputusan.
  • Kebiasaan multitasking: Mencoba mengerjakan banyak hal secara bersamaan memaksa otak untuk terus berpindah fokus (task switching). Proses ini menguras energi otak lebih cepat daripada fokus pada satu tugas hingga selesai.
  • Kurang istirahat dan tidur: Tidur adalah waktu bagi otak untuk membersihkan racun kognitif dan menyimpan memori. Kurang tidur membuat otak bekerja dengan kapasitas terbatas.

Ketika pikiran berada di mana-mana, produktivitas justru menurun drastis. Seseorang mungkin menghabiskan waktu berjam-jam di depan buku atau komputer, tetapi hasil yang didapat sangat minim. Selain itu, kondisi ini dapat memicu rasa cemas, rasa bersalah, dan kekecewaan pada diri sendiri, yang jika dibiarkan dapat berujung pada burnout.

Untuk mengatasi dan mengembalikan kejernihan pikiran, Anda dapat menerapkan beberapa langkah berikut:

  • Terapkan single tasking: Fokuslah pada satu tugas pada satu waktu. Selesaikan atau berikan alokasi waktu khusus sebelum berpindah ke tugas lain.
  • Gunakan teknik pomodoro: Bekerja atau belajarlah selama 25 menit, lalu ambil istirahat singkat selama 5 menit untuk memberikan jeda bagi otak.
  • Prioritaskan tidur berkualitas: Usahakan tidur 7–8 jam sehari dan hindari penggunaan layar gadget setidaknya 30 menit sebelum tidur.
  • Lakukan brain dump: Tuliskan semua hal yang sedang membebani pikiran Anda di selembar kertas untuk mengurangi beban kerja memori internal otak.
  • Cukupi kebutuhan cairan dan nutrisi: Minum air putih yang cukup dan konsumsi makanan bergizi seimbang untuk menjaga pasokan energi harian (ZS).

Referensi :

hellosehat.com/sehat/gejala-umum/brain-fog/

www.halodoc.com/artikel/kenali-apa-itu-brain-fog-dan-dampaknya-bagi-kesehatan?srsltid=AfmBOor4-wgJR-tcgEjxq1_s4eew4s6FH6UVUvTMA4bspWCNiaCignYa