

Sumber : detik.com
Jurnalikanews – Akhir Juni 2026, publik dikejutkan oleh kabar duka dari Tulungagung, Jawa Timur. Seorang mahasiswi berinisial S (25) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya usai semalaman mengerjakan skripsi. Kabar ini ramai dibicarakan di media sosial dan memicu banyak mahasiswa merefleksikan cara mereka sendiri “berjuang” menyelesaikan tugas akhir.
Berdasarkan keterangan Kepolisian Resor Tulungagung, korban mengerjakan skripsi bersama teman-temannya hingga pukul tiga dini hari, lalu beristirahat. Sekitar pukul 10.00 WIB, ia ditemukan sudah tidak bernyawa tanpa adanya tanda-tanda kekerasan. Keluarga menyebut korban memiliki riwayat sakit jantung dan dugaan sementara penyebab kematian adalah serangan jantung.
Penting digarisbawahi bahwa penyebab kematian yang beredar masih dugaan awal kepolisian, bukan berdasarkan kesimpulan final dari tim medis. Riwayat penyakit jantung kemungkinan menjadi faktor risiko utama, sementara kelelahan akibat begadang bisa menjadi turut memberi tekanan tambahan. Namun tidak bisa disimpulkan sebagai penyebab tunggal nya.

Sumber : Sinosif
Terlepas dari penyebab pasti kematiannya, kisah ini menyentuh banyak orang karena menggambarkan situasi yang begitu familiar bagi mahasiswa tingkat akhir begadang demi mengejar target skripsi, dengan keyakinan bahwa semakin lama waktu belajar, semakin besar peluang untuk cepat selesai. Berdasarkan riset psikologi pendidikan, terdapat titik yang disebut diminishing returns atau kondisi yang terjadi saat penambahan jam belajar justru menurunkan hasil bukan meningkatkan kualitas belajar.
Mengapa Belajar Berlebihan Jadi Kontraproduktif?
- Kelelahan kognitif, kapasitas otak untuk fokus itu terbatas jika dipaksa terus-menerus dapat menyebabkan menurun nya kemampuan mengingat dan memproses suatu informasi.
- Kualitas tidur terganggu, tidur adalah proses aktif otak mengonsolidasikan ingatan. Begadang rutin membuat materi yang dipelajari justru lebih sulit diingat.
- Konsentrasi menurun, paparan cahaya layar sebelum tidur menekan produksi melatonin, sehingga kualitas tidur memburuk meski waktunya ditambah.
- Risiko kesehatan fisik & mental, pola kerja tanpa istirahat berkaitan dengan meningkatnya kecemasan, imunitas menurun, hingga
Dari keempat mekanisme di atas, burnout adalah titik puncak yang paling perlu diwaspadai, karena tanda-tandanya sering muncul bertahap dan baru disadari setelah kondisinya cukup parah. Berikut ciri-ciri burnout yang perlu dikenali sejak dini seperti hilangnya semangat, sulit berkonsentrasi, performa menurun, mudah marah, menarik diri dari lingkungan sosial, dan tubuh jadi mudah sakit.
Belajar Lebih Cerdas, Bukan Sekadar Lebih Lama
- Teknik Pomodoro — 25 menit fokus penuh, 5 menit istirahat, dengan jeda lebih panjang (15–30 menit) setelah empat siklus. Menjaga konsentrasi sekaligus mencegah kelelahan mental.
- Sistem “sprint dan pulih” — bekerja dalam ledakan fokus singkat (25–45 menit), lalu benar-benar beristirahat, bukan sekadar berhenti sambil tetap memikirkan tugas.
- Kenali tanda peringatan sejak dini — mahasiswa dan orang di sekitarnya (teman kos, keluarga, dosen pembimbing) perlu peka pada perubahan mood, penurunan performa, pola tidur kacau, atau keluhan kelelahan yang terus muncul.
Kasus ini seharusnya tidak berhenti menjadi bahan perbincangan sesaat. Mengingat bahwa budaya akademik yang mengagungkan “begadang demi skripsi” sebagai bukti kesungguhan perlu dipertanyakan ulang. Bukan untuk menyalahkan individu atau menyimpulkan sebab kematian secara sepihak, melainkan untuk membuka ruang refleksi bersama soal budaya kampus dan cara kita memandang produktivitas. Belajar keras tetap penting. Tapi belajar yang bijak yang memberi ruang bagi tubuh dan pikiran untuk pulih jauh lebih penting. (NNR)
Referensi
- Asrieda A. (2026). Kasus meninggalnya seorang mahasiswi yang sedang lembur mengerjakan skripsi. https://www.threads.com/@asrieda_avh/post/DaKpCYUE9u5/
- (27 Juni 2026). Mahasiswi UIN Tulungagung Meninggal di Kos usai Lembur Kerjakan Skripsi. https://www.detik.com/jatim/berita/d-8550068/
- Septiani, Y., & Triariani, M. (2022). Pengaruh Burnout terhadap Produktivitas Mahasiswa PGSD Universitas Kuningan. ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/362384602
- Genovese, J. The Importance of Rest: Why Studying for Long Periods of Time is Counterproductive. Learning Fundamentals. https://learningfundamentals.com.au/the-importance-of-rest/
- FIP UNESA. Belajar Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras: Rahasia Pomodoro untuk Produktivitas Maksimal. https://fip.unesa.ac.id/belajar-lebih-cerdas-bukan-lebih-keras/
- Ciri-Ciri Burnout dan Cara Mengatasinya. https://www.alodokter.com/ciri-ciri-burnout-dan-cara-mengatasinya