

Jurnalikanews – Fenomena Fear Of Missing Out (FOMO) merupakan perasaan cemas atau tidak nyaman yang muncul ketika seseorang merasa orang lain mendapatkan pengalaman menarik, memiliki barang tertentu bahkan mengetahui tren baru sementara dirinya tidak ikut serta di dalammnya. FOMO saat ini menjadi salah satu dampak global terbesar dari penggunaan media sosial yang tidak terkontrol pada generasi muda. Paparan konten digital dapat mengubah perilaku sosial, ekonomi, dan psikologis pada generasi Z maupun Milenial secara signifikan.
Kecemasan pada sebuah tren digital telah bergeser menjadi fenomena psikologis baru yang memicu ketergantungan pada gawai. Pada generasi muda saat ini kerap terjebak dalam sebuah siklus membandingkan diri secara konstan dengan standar gaya hidup ideal yang ditampilkan orang lain pada media sosial.
Dampak dari fenomena ini nyata terlihat secara pergeseran arah ekonomi dan produktivitas. Penggunaan platform media sosial seperti TikTok maupun Instagram secara berlebihan dapat memicu terjadinya perilaku konsumtif bagi generasi muda saat ini, seperti banyak remaja yang rela mengeluarkan uang demi mengikuti sebuah tren yang viral hanya agar mendapatkan pengakuan di lingkungan digital dan sosialnya.
Selain berdampak pada finansial, kesehatan mental juga menjadi sorotan utama. FOMO dapat menjadi salah satu faktor risiko atau gejala awal dari berbagai kesehatan mental seperti kecemasan sosial, depresi, dan gangguan obsesif-kompulsif (OCD). Selain itu, FOMO juga dapat menyebabkan terjadinya kecemasan akademis dan overthinking yang secara berlebihan pada generasi saat ini.
Perubahan perilaku juga dapat menjadi hal yang tidak bisa dihindarkan, seperti munculnya kebiasaan compulsive checking yaitu tindakan memeriksa notifikasi ponsel setiap beberapa menit sekali secara tidak sadar. Perilaku ini dapat menurunkan produktivitas secara drastis serta memperburuk keadaan pada dunia nyata.
Sebagai langkah pencegahan terhadap FOMO, yaitu batasi diri dari media sosial, karena akar dari terjadinya FOMO yaitu penggunaan media sosial yang berlebihan. Selanjutnya jangan terlalu memaksakan diri seperti menerima kemampuan diri dibandingkan memenuhi semua keinginan yang dimiliki. Lalu mengalihkan fokus pada pencapaian yang nyata serta menanamkan sikap bijak dalam menyaring konten agar tidak terpaku oleh standar tidak nyata di dunia maya. (WNO)
Sumber :
https://rspp.co.id/artikel-detail-441-FOMO-Antara-Tren-dan-Gangguan-Kesehatan-Mental.html