JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Siapa Sangka, Mikroalga Bisa Menjadi Alternatif Pangan Masa Depan!

Sumber : jateng.idntimes.com

Jurnalikanews – Ketika mendengar kata alga, sebagian orang mungkin langsung membayangkan lumut di kolam atau rumput laut di laut. Padahal, alga bukan sekadar organisme yang hidup di perairan. Sebenarnya alga itu apa sih? Dan apa itu mikroalga?

Alga memiliki beragam jenis, mulai dari rumput laut yang berukuran besar hingga mikroalga yang hanya dapat dilihat menggunakan mikroskop. Berbeda dengan rumput laut, mikroalga adalah kelompok organisme akuatik yang biasanya berdiameter 3–30 mikrometer. Mikroorganisme berwarna hijau ini bahkan dapat hidup di air tawar maupun air laut, serta memiliki kemampuan fotosintesis yang sangat efisien. Beberapa jenis mikroalga yang sudah dimanfaatkan sebagai bahan pangan adalah Chlorella dan Spirulina.

Mikroalga jenis Spirulina platensis merupakan alga hijau-biru yang dikenal luas sebagai suplemen dengan kandungan protein tinggi hingga mencapai 68% dan kandungan vitamin lain seperti B1, B2, B3, zat besi, magnesium, dan antioksidan seperti phycocyanin yang sangat baik untuk melawan radikal bebas. Berdasarkan buku Mikroalga Sumber Pangan dan Energi Masa Depan karya Hadiyanto dan Maulana (2012), kandungan protein pada Spirulina lebih tinggi dari daging, kedelai, ikan, dan telur.

Berbeda dengan Spirulina, Chlorella adalah alga hijau yang lebih dikenal karena kandungan klorofilnya yang sangat tinggi. Fungsi utama Chlorella adalah membantu tubuh membersihkan racun, terutama logam berat. Selain itu, alga ini kaya akan serat yang baik untuk pencernaan dan mengandung vitamin B12 yang sangat penting bagi mereka yang menjalani pola makan vegetarian atau vegan.

Seperti yang kita ketahui, kebutuhan pangan manusia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk. Di sisi lain, produksi pangan menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan lahan dan air, perubahan iklim, serta tekanan terhadap lingkungan. Dilansir dari Gorontalo Post, peneliti menyebutkan bahwa alga ini bisa menjadi sumber nutrisi berkelanjutan di tengah krisis pangan dan perubahan iklim. Di sinilah mikroalga memiliki peluang. Jika dibandingkan dengan sumber pangan konvensional, beberapa jenis mikroalga menawarkan pertumbuhan yang relatif cepat, kandungan protein tinggi, dan peluang budidaya dengan kebutuhan lahan yang lebih kecil. Artinya, produksi pangan tidak harus selalu bergantung pada lahan pertanian yang luas. Sumber pangan dari perairan dan sistem budidaya mikroalga juga dapat menjadi salah satu alternatif yang dikembangkan.

Potensi mikroalga sebagai bahan pangan alternatif juga mulai dikembangkan di Indonesia. Salah satu contohnya dilakukan oleh Falasifah, pendiri PT Alga Bioteknologi Indonesia (ALBITEC), yang mengembangkan Spirulina menjadi berbagai produk, seperti bubuk Spirulina dan kopi Spirulina yang mengandung banyak nutrisi dan memiliki berbagai manfaat.

Meskipun memiliki banyak potensi, bukan berarti mikroalga dapat langsung menggantikan nasi, sayuran, telur, ikan, dan daging dalam kehidupan sehari-hari. Pemanfaatan mikroalga sebagai pangan masih memiliki tantangan, seperti biaya produksi, proses pemanenan, rasa, tekstur, hingga tingkat kecernaan nutrisinya yang masih perlu dikembangkan. Namun, kandungan nutrisinya dan potensi budidayanya menjadikan mikroalga sebagai salah satu alternatif menarik untuk mendukung ketahanan pangan saat ini dan di masa depan. (DA)

Referensi

Mikroalga: Sumber Pangan dan Energi Masa Depan. Hadiyanto dan Maulana Azim. 2012

https://gorontalopost.jawapos.com/lifestyle-teknologi/2507140013/alga-air-tawar-ini-bisa-jadi-superfood-masa-depan-yang-bikin-sehat-cerdas

https://www.kompasiana.com/bagaskurniawan3721/6766c373c925c418b2272ea2/potensi-spirulina-dan-chlorella-sebagai-superfood#goog_rewarded

https://jateng.idntimes.com/news/jawa-tengah/albitec-semarang-buktikan-spirulina-jadi-solusi-gizi-bisnis-dan-energi-00-2m8jx-258yyh