JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Jejak Bencana di Balik Keindahan Gunung Tambora

Sumber : Kompasiana.com

Jurnalikanews-Tau gak sih? Dulu pada tahun 1815 pernah ada lho bencana alam yang
sangat dahsyat di Indonesia yang sampai membuat iklim dunia ikut berubah! Bencana ini
diakibatkan dari sebuah letusan gunung berapi yang terletak di Pulau Sumbawa, Nusa
Tenggara Barat, yaitu Gunung Tambora. Selain membuat iklim dunia berubah, letusan dari
gunung berapi ini juga menyebabkan tiga kerajaan yang berada di sekitar gunung
menghilang. Wah, kok bisa ya? Yuk baca artikel ini sampai habis!
Gunung Tambora adalah salah satu gunung yang masuk ke dalam rangkaian Ring of Fire
(Cincin Api Pasifik). Gunung yang juga dikenal dengan nama Gunung Tombom ini
merupakan stratovolcano aktif yang secara administratif lereng barat dan selatannya berada di
wilayah Kabupaten Dompu, sedangkan kawah serta lereng timur dan utara nya berada di
wilayah Kabupaten Bima. Sebelum meletus, Gunung Tambora mempunyai ketinggian sekitar
4.300 m dan menjadi gunung berapi tertinggi di Indonesia pada saat itu.
Gunung Tambora mengalami ketidakaktifan selama beberapa abad sehingga dianggap
sebagai gunung berapi “tidur”. Hingga pada tahun 1812 mulai terjadi peningkatan aktivitas
vulkanik. Kaldera Gunung Tambora mulai bergemuruh dan menghasilkan awan hitam.
Kemudian pada tanggal 5 April 1815 letusan pertama dimulai. Terdengar suara dentuman
yang sangat keras hingga ke pulau Sumatra. Pada tanggal 6 April 1815 abu vulkanik mulai
berjatuhan di Jawa Timur dengan suara guruh yang berlangsung hingga tanggal 10 April
1815.
Puncaknya pada tanggal 10 April 1815 letusan gunung ini semakin hebat dan memuntahkan
abu serta material vulkanik hingga ke atmosfer setinggi lebih dari 40 km. Disusul segera
dengan angin puyuh dahsyat yang menghantam Desa Sanggar dan area sekitarnya. Tidak
hanya itu, tsunami juga turut menghantam beberapa pesisir pulau di Kepulauan Indonesia,
yaitu di Sanggar, Jawa Timur, dan di Kepulauan Maluku.
Letusan Gunung tersebut memiliki Volcanik Explosivity Index (VEI) sebesar 7 yang
menjadikan salah satu letusan gunung terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah modern.

Akibat dari letusan maha dahsyatnya itu, kini Gunung Tambora kehilangan sekitar sepertiga
dari puncaknya, menjadi hanya 2.851 m.
Diperkirakan lebih dari 10.000 jiwa orang tewas akibat dari letusan gunung ini dan tiga
kerajaan yang berada di sekitar Gunung Tambora lenyap, yaitu Kerajaan Tambora, Kerajaan
Pekat, dan Kerajaan Sanggar. Namun, menurut beberapa catatan Kerajaan Sanggar masih
bertahan meskipun penduduknya berkurang drastis.
Pasca letusan penyakit akibat letusan Gunung Tambora banyak menjangkiti penduduk lokal
sekitar gunung, salah satunya adalah diare yang diduga akibat dari meminum air yang
tercemar abu vulkanik.
Dampak yang di akibatkan dari letusan maha dahsyat ini tidak hanya menyerang Nusantara,
tetapi juga iklim global. Asap yang dikeluarkan gunung berapi tersebut menyebabkan partikel
abu kecil yang terlepas ke stratosfer menghalangi radiasi matahari yang masuk. Akibatnya,
pada tahun 1816 dikenal sebagai “The Year Without Summer”. Suhu bumi pada saat itu
menurun dengan rata-rata penurunan 3ºC. Penurunan suhu menyebabkan perubahan iklim
global, mengakibatkan gagal panen di seluruh dunia hingga terjadilah kelaparan dan wabah
penyakit. Dampak langsung dan tidak langsung yang diakibatkan dari tragedi besar itu
mengakibatkan kematian massal secara global.
Sekarang, siapa sangka bahwa tempat yang menyajikan keindahan yang menakjubkan itu
merupakan sumber bencana terbesar yang pernah mengguncang dunia di masa lalu. Kawah
raksasanya bukan lagi pengingat tragedi semata tetapi juga ruang yang mengajarkan tentang
ketangguhan alam. (MKP)
Sumber :
Wikipedia.com https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Tambora
BBC News Indonesia
https://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/04/150406_sainstambora
Detiknews https://news.detik.com/berita/d-2883814/dahsyatnya-letusan-gunung-tambora-
dalam-naskah-kuno-kerajaan-
bima#:~:text=Maryam%20melanjutkan%2C%20pada%20saat%20itu,bahan%20untuk%20pe
mbuatan%20batu%20akik.
Kompasiana.com
https://www.kompasiana.com/syaifud_adidharta_2/561fa577e122bd8f048b456a/gunung-
tambora-banyak-keindahan-yang-dasyat
Konsepsi https://konsepsi.org/tragedi-letusan-gunung-tambora-yang-mengubah-wajah-dunia/