

Jurnalikanews- Tidur merupakan salah satu kebutuhan biologis yang penting untuk
dilakukan agar dapat menjaga kesehatan fisik dan mental serta mendukung penigkatan
prestasi akademik mahasiswa. Gangguan tidur, seperti insomnia, kerap kali dialami oleh
mahasiswa dan dapat memberikan efek negatif pada kualitas konsentrasi belajar mereka.
Menurut American Academy of Sleep Medicine (AASM), cara terbaik memaksimalkan
kinerja pada saat menempuh ujian adalah belajar dan tidur yang nyenyak. Ditemukan sebuah
studi bahwa mahasiswa yang tidur selama 7-9 jam setiap harinya memiliki IPK lebih tinggi
dibandingkan dengan mahasiswa yang tidurnya kurang dari 7-9 jam per hari. Penelitian
secara konsisten juga dilakukan pada mahasiswa yang tidurnya cukup dapat lebih fokus pada
saat ujian dan mengerjakan tugas.
Namun demikian, ganguan tidur juga sering ditemukan di kalangan mahasiswa. Menurut
Schlarb et al. (2017) bahwa sekitar 60% dari mahasiswa memiliki kualitas tidur yang buruk
dan 7,7% diantaranya mengalami insomnia atau kesulitan tidur. Hal ini dikarenakan
mahasiswa kerap kali lebih mementingkan akademiknya berjalan dengan baik dibandingkan
kesehatannya.
Menurut studi dari Sleep Research Society menemukan bahwa tidur siang bermanfaat untuk
ingatan jangka panjang dibandingkan yang sering terjaga. Maka dari itu, tidur punya peran
penting bagi otak dalam menyimpan ingatan. Termasuk mencegah lupa dari hal-hal yang
penting, seperti persepsi indera, keterampilan motorik, dan ingatan verbal. Tidur siang juga
membantu mahasiswa untuk meningkatkan produktivitas dalam belajar dan berfikir.
Menurut studi yang berjudul Daytime nap as a factor of happiness to impact on work
performance : Evidence from United Arab Emirates, dalam Journal of Administrative and
Bussines Studies (2019), tidur siang dapat meningkatkan kemampuan seseorang untuk jadi selalu siap, serta meningkatkan performa kerja, dan mengurangi risiko melakukan kesalahan.
Selain itu, hal ini juga mampu menigkatkan kemampuan mengolah informasi, membantu otak
menemukan koneksi terhadap berbagai informasi dalam menemukan “gambaran besar”.
Tidur siang sejenak juga mampu efektif dalam memperbaiki suasana hati. Hal ini
dikarenakan sekitar pukul 13.00 hingga 15.00, suhu tubuh akan menurun dan kadar melatonin
akan meningkat itu merupakan pertanda bahwa tubuh membutuhkan istirahat. Dengan tidur
siang dapat membantu mahasiswa meningkatkan pengaturan emosi, termasuk meningkatkan
kemampuan tubuh untuk menoleransi tingkat frustasi dan mengurangi kecenderungan sikap
impulsif.
Selain itu, aktivitas ini juga dapat membantu mahasiswa menurunkan risiko depresi dan stres
karena tuntutan akademik yang kerap kali ditemukan di kalangan mahasiswa. Hasil studi
menyebutkan bahwa tidur siang selama 15 menit setiap harinya dapat membantu mengurangi
stres. Dengan tidur siang dapat memicu aktivitas saraf simpatik dari sistem saraf otonom
sebagai pemicu stres.
Penelitian pada populasi usia pelajar ditemukan bahwa faktor-faktor, seperti kurangnya
waktu tidur, jadwal tidur atau bangun yang tidak teratur, serta kualitas tidur yang buruk,
terbukti memiliki korelasi negatif dalam prestasi akademik. Dengan demikian, kurangnya
tidur yang cukup dapat menyebabkan gangguan fungsi otak dan dapat menyebabkan
penurunan prestasi akademik. (NSF)
Referensi:
Pentingnya Tidur Bagi Mahasiswa https://share.google/2KCUVfbmr91dophtI
Deskripsi Kualitas Tidur dan Pengaruhnya terhadap Konsentrasi Belajar Mahasiswa |
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi https://share.google/cQvnoFjGmB99mN7pz
Manfaat Tidur Siang untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui
https://share.google/w6lTyffuzNd6sOOJI
Importance of Sleep & Effects of Sleep Deprivation on College Students
https://share.google/YcKVNiapDJohBtlXA
7 Manfaat Tidur Siang bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui
Benarkah Tidur Siang Ampuh Memperbaiki Mood?