JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Eksperimen Sosial untuk Melihat Kepribadian Manusia

Jurnalikanews – Perilaku manusia adalah gambaran kepribadian / kepekaan seseorang di dalam suatu lingkungan masyarakat. Ada istilah “don’t judge a book by its cover” yang secara mudah di artikan sebagai “jangan menilai buku hanya dari covernya” sehingga sama seperti kepribadian seseorang yang mana kita jangan mudah untuk menilai seseorang hanya dari luarnya saja. Maka dari itu ada banyak peneliti melakukan eksperimen untuk mengetahui setiap perbedaan kepribadian seseorang.

Mengutip dari yukepo.com, berikut adalah eksperimen yang dilakukan oleh beberapa peneliti untuk mengetahui kepribadian seseorang:

  • Piano Stairs Experiment
Sumber : designlike.com

Lebih banyak orang memilih untuk menggunakan eskalator daripada naik tangga untuk berpindah dari sebuah lantai ke lantai lainnya. Alasannya karena naik tangga lebih melelahkan daripada menggunakan eskalator. Penemuan ini membuat beberapa ahli psikologi mencari cara agar orang-orang memilih naik tangga daripada eskalator karena dengan naik tangga akan membuat orang-orang sedikit berolahraga dan tidak malas.

Akhirnya dicobalah tangga dengan konsep piano yang dinamakan Piano Stairs Experiment. Dari eksperimen ini ternyata orang cenderung memilih sesuatu yang menyenangkan meskipun harus mengerahkan sedikit tenaga dibandingkan sesuatu yang mudah tetapi tampak bosan.

  • Social Conformity Experiment
Sumber : Sumber : verywellmind.com

Apakah kalian pernah merasa canggung ketika berbeda sendiri di antara banyak orang? Inilah sifat alamiah manusia yang selalu ingin diterima di suatu kelompok. Untuk membuktikannya, para ahli psikologi mulai melakukan eksperimen sosial yang bermula dari Ash Conformity Experiment.

Ternyata pengaruh sosial membuat manusia ingin sama seperti anggota kelompok lain agar diterima dan tidak dicap berbeda. Eksperimen ini membuktikan bahwa seseorang akan melakukan suatu hal yang dia anggap aneh / tidak masuk akal agar dianggap tidak berbeda dari kelompoknya.

  • Halo Effect Experiment
Sumber : cdn.idntimes.com

Saat kita berkenalan dengan seseorang, secara tidak sadar kita pasti membuat penilaian terhadap cara berpakaian, cara berbicara, cara menanggapi respon, dan lain-lain. Maka dari itu kemudian kita dapat membuat suatu kesimpulan apakah dia adalah orang yang asik atau membosankan, bahkan cocok atau tidaknya orang itu dengan kita. Memang first impression itu penting, tapi apakah yang kita lihat pertama kali itu benar-benar menggambarkan sosoknya?

Eksperimen ini sebenarnya ditujukan untuk melihat seberapa menariknya seseorang di mata lawan jenis yang sama sekali belum pernah dikenal. Ternyata, ketika seseorang terkesan asik, baik, dan ramah saat pertama kali berkenalan maka akan terlihat lebih menarik daripada seseorang yang terkesan membosankan dan jutek. Hasil dari eksperimen ini menghasilkan pendapat yang berbeda-beda, ada beberapa orang yang mengungkapkan bahwa kita tidak bisa menilai kepribadian seseorang secara utuh hanya dari sekali pertemuan saja. Tapi dari eksperimen ini kita bisa tahu bahwa kita sering tertipu dengan kesan pertama. Maka dari itu, alangkah lebih baiknya kita bisa memberikan kesan pertama yang baik agar terlihat menarik

  • Selective Attention Experiment
Sumber : verywellmind.com

Penglihatan kita sebenarnya memiliki keterbatasan, bukan tentang jarak pandang, tetapi kita tidak bisa fokus dengan seluruh hal yang ada di depan mata kita. Sudah pasti jika kita sedang memikirkan sesuatu sehingga bisa menguras konsentrasi, maka segala sesuatu yang ada di sekitar tidak akan di hiraukan.

Dari eksperimen ini membuktikan bahwa seseorang yang sedang berkonsentrasi penuh pada suatu hal maka itu akan menjadi prioritasnya, walaupun ada hal yang mengganggunya tapi prioritas itu tidak akan teralihkan. Hal ini mengajarkan kita untuk tetap waspada terhadap apa pun yang mengecoh kita. Karena fokus yang teralihkan, bisa saja sebenarnya kita sedang tertipu.

Eksperimen sosial di atas sangat sering terjadi di kehidupan sehari-hari bahkan dianggap sepele. Tanpa kita sadari beberapa faktor tersebut ternyata yang membuat kita berperilaku seperti saat ini. Maka dari itu mulailah untuk memperhatikan setiap keadaan yang sedang terjadi di lingkungan bahkan untuk bersikap baik kepada lingkungan masyarakat, serta berfikir rasional. (BAW)