JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Artikel Gaya Hidup Hiburan Recent Update

Review The Queen’s Gambit : Film Serial Catur Terbaik 2020!

Anya Taylor – Joy sebagai Elizabeth Harmon dalam serial film ‘The Queen’s Gambit’
(Gambar : Netflix)

Jurnalikanews- Baru-baru ini telah tayang di Netflix suatu serial film pendek bertemakan percaturan dan banyak sekali orang merekomendasikan film ‘The Queen’s Gambit’. Selain penggambarannya mengenai dunia catur yang detail performa dan sinematografi juga menjadi faktor penting dari suksesnya film serial ini. Jadi buat kalian yang ingin mengintip lebih dahulu jalan ceritanya bisa langsung membaca disini atau bila kalian ingin dapat pengalaman pertama dari filmnya bisa langsung beranjak ke Netflix!

Film ‘The Queen’s Gambit’ yang memiliki 7 episode ini tidak berasal dari suatu kisah nyata namun berdasarkan novel karangan Walter Tevis dengan judul yang sama. Film ini berlatarkan tahun 1950 hingga 1960-an. Perlu kalian ketahui bahwa pada tahun 1950-an dunia percaturan di dominasi oleh lelaki seperti halnya pemain-pemain terkenal catur Bobby Fischer, Mikhail Tal, Nezhmetdinov, Botvinnik dan masih banyak lainnya. Maka dari itu film ini sangat empowering bagi kaum wanita karena menceritakan perjuangan seorang wanita dalam kompetisi catur.

Kisah perempuan yang berbakat dalam catur

Pada tahun 1950-an terdapat seorang anak perempuan berusia 9 tahun di suatu panti asuhan setelah ia mengalami kejadian yang mengakibatkan kematian ibunya. Ketika di panti asuhan Elizabeth Harmon atau Beth pertama kali tertarik dengan permainan catur setelah melihat pekerja kebersihan panti asuhan, Mr Shaibel sedang bermain catur di rubanah (basement). Mr Shaibel pada awalnya menolak bermain dan mengajarkan Beth bermain catur namun sifat bersikeras dan pantang menyerah dari Beth berhasil membuatnya belajar catur. Sifat dari Beth tersebut yang akan membawanya bangkit sebagai pemain berbakat.

Pertama kalinya Beth melihat permainan catur dari petugas kebersihan panti asuhan (Gambar : Netflix)

Selama di panti asuhan tiap anak diwajibkan untuk meminul dua buah pil, yang satu merupakan vitamin dan satu lagi pil penenang untuk mengontrol mood dari anak-anak. Pil penenang ini memiliki efek halusinogen yang membuat pemeran utama kita kerap membayangkan langkah-langkah permainan catur ketika melihat dinding-dinding atas. Bayang-bayang ini memang membuat Beth lebih mahir dalam memprediksi langkah catur namun membuatnya kecanduan dan sulit sekali lepas dari pil tersebut bahkan hingga dewasa.

Bayangan langkah-langkah catur di dinding atas ruangan sebagai efek samping pil penenang. (Gambar : Netflix)

Bakat Beth dalam bermain catur tidak membuatnya menjadi seseorang yang sempurna, permasalahan yang ia miliki yakni seputar kecanduannya kepada pil penenang dan permasalahan keluarga yang membuatnya menjadi seorang alkoholik. Gairahnya terhadap catur lah yang membuatnya memiliki tujuan walaupun beberapa kali ia harus dikalahkan oleh lawan beratnya sang juara catur di Amerika Serikat serta juara dunia catur yang berasal dari Rusia. Sifat bersikeras dari Beth membuatnya selalu berjuang sendiri menghadapi rintangan dan memenangkan kejuaraan catur Amerika Serikat. Namun seiring waktu , ia kewalahan menghadapi lawan dari Rusia dan mulai memahami kerja sama tim (adjourment) juga memiliki peran dalam permainan.

Beth latihan tanding dengan Benny Watts, mantan juara catur Amerika Serikat setelah dikalahkan oleh Beth. (Gambar : Netflix)

Pada tahun 1960-an kompetisi catur dijuarai oleh Rusia sehingga mau tidak mau untuk meraih gelar Juara Catur Dunia maka Beth harus mengalahkan pecatur asal Rusia Vasily Borgov. Sebelum beranjak ke Rusia, Beth menghadapi titik terendah dalam hidupnya hingga membuatnya lebih memilih mengurung diri dalam rumah dan memuaskan diri dengan alkohol ketimbang berangkat ke Rusia untuk menantang Borgov. Setelah satu hal lainnya yang menjadi salah satu faktor penting dari film ini sehingga lebih baik menontonnya langsung, Beth berhasil bangkit dan beranjak pergi ke Rusia menantang sang juara catur dunia. Ketika melawan Borgov, Beth membuka pertandingan sebagai bidak putih dengan pion ratu maju ke petak D4 dilanjuti oleh Borgov memainkan pion ratu ke petak D5 dan Beth membalas dengan pion gajah ratu ke C4, Gerakan pembukaan ini dalam dunia percaturan dikenal dengan Gambit Ratu atau Queen’s Gambit yang akhirnya menjadi judul dari novel dan serial filmnya.

Kompetisi catur di Moskow, Rusia yang dihadiri oleh juara catur tiap-tiap negara termasuk Beth Harmon. (Gambar : Netlflix)

Nah! begitulah garis besar jalan cerita dari serial film ‘The Queen’s Gambit’. Banyak sekali pesan yang dapat kita peroleh dari film ini.  Buat kalian yang udah makin tertarik dan ga sabar buat nonton silahkan langsung menuju Netflix dan rasakan sensasi perjalanan Beth Harmon. (IBH)

Tinggalkan Balasan