JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Artikel Kuliner Recent Update

Serupa Tapi Tak Sama, Jalangkote Makanan Khas Makassar

Sumber: travel.kompas.com

Jurnalikanews- Selain memiliki keanekaragaman suku dan budaya, Indonesia juga kaya akan kuliner khas yang kenikmatannya telah mendunia. Berbicara soal kuliner Indonesia, memang tak akan ada habisnya, karena setiap daerah mempunyai makanan khasnya yang memiliki cita rasa yang kaya, salah satunya ada sebuah makanan ringan khas Sulawesi yang sangat lezat dan patut untuk dicoba. Kali ini kita akan menuju ke ibu kota provinsi Sulawesi Selatan yaitu kota Makassar. Pemerintah kota Makassar menetapkan 10 ikon kuliner tradisional khas Makassar salah satunya adalah jalangkote.

Serupa tapi tak sama, mungkin itu ungkapan yang tepat untuk menggambarkan jalangkote dengan pastel. Dari segi bentuk jalangkote memang tak jauh berbeda dengan pastel, tapi soal tekstur dan isi jalangkote berbeda dengan pastel yang mungkin namanya lebih terkenal. Hal utama yang membedakan jalangkote dengan pastel yaitu dari segi kulitnya. Kulit pastel biasanya lebih tebal dibandingkan dengan jalangkote kulitnya lebih tipis dan garing . Jika pastel berisi wortel dan bihun, isi dari jalangkote sendiri yaitu kentang dan wortel yang dipotong dadu, tauge, telur yang dipotong-potong, serta paduan bumbu-bumbu seperti bawang putih, bawang merah, merica dan bumbu lainya.

Sejarah penamaan jalangkote sendiri  ternyata unik loh guys, Catatan sejarah menyebutkan bahwa jalangkote berasal dari dua kata, yakni “jalang” yang berarti jalan sedangkan “kote” berarti berkotek-kotek atau teriak. Jalangkote dulu dijajakan oleh anak kecil dari rumah ke rumah dengan teriakan khas. Sehingga makanan ini disebut jalangkote.

Berbeda nama berbeda pula cara menyantapnya. Jika pastel dinikmati dengan cabe rawit, sedangkan  jalangkote biasanya disantap dengan sambal cair, yang dikombinasinasikan dengan cuka dan cabai. Soal rasa, tentunya jalangkote memiliki kenikmatan berbeda dari pastel, dimana kunci kenikmatan jalangkote terletak pada sambalnya yang terbuat dari air cuka, air sisa tumisan isian jalangkote, bawang putih, gula, cabe besar untuk memberikan warna, dan cabe kecil untuk memberikan rasa pedas.

Kuliner jalangkote sendiri merupakan salah satu menu yang paling banyak diburu  warga Makassar untuk sajian berbuka puasa yang ditemani dengan segelas teh hangat, maka tak heran banyak sekali penjual musiman jalangkote dikala bulan Ramadan tiba.

Jika Anda ingin menikmati kuliner khas yang satu ini, Anda dapat menikmatinya di wilayah pusat kota Makassar dan sekitarnya. Namun untuk Anda yang berada di wilayah Jabodetabek, Anda juga bisa menikmatinya, karena sudah ada beberapa penjual jalangkote yang tersebar di Jabodetabek namun tak sebanyak di Makassar.

Untuk harganya sendiri hanya dibandrol sekitar Rp 1.000 hingga Rp 5.000 dan sangat terjangkau untuk semua lapisan masyarakat.  Jalangkote sangat cocok menemani kalian dikala senja sembari menikmati hembusan angin maupun bersama pasangan kalian. bagaimana?  tertarik mencobanya? (AI)

Tinggalkan Balasan