JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

gima mengajar
Berita Internal Recent Update

Membangun Negeri Melalui Gerakan Imaka Mengajar VII

gima mengajar
SUMBER GAMBAR: Dokumen Pribadi

Jurnalikanews – Sabtu, 21 Desember 2019 telah berlangsung apel pembukaan kegiatan Gerakan Imaka Mengajar VII yang dilaksanakan di lapangan parkir gedung D. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 07.10 hingga selesai. Pembina pada apel pagi hari ini yaitu Direktur Politeknik AKA Bogor.

Gerakan Imaka Mengajar (GIMA) adalah sebuah perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat. Rangkaian kegiatan ini sendiri berfokus pada peningkatan moral masyarakat melalui pengajaran, pembangunan fasilitas, dan ditutup dengan pentas seni yang diisi oleh masyarakat dan panitia. Kegiatan yang berlangsung selama satu minggu ini dilakasanakan di Desa Cibakatul Kampung Mulyasari Kecamatan Suka Makmur Kabupaten Bogor. Alasan kegiatan GIMA ini diadakan adalah mewadahi mahasiswa untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat di wilayah yang masih kekurangan, meningkatkan kepekaan mahasiswa terhadap kondisi masyarakat yang kekurangan dan sebagai bentuk nyata menyadarkan pemerintah terhadap kondisi masyarakat saat ini.

GIMA merupakan program kerja akhir tahun dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kementrian Sosial Masyarakat dimana kepanitiannya sendiri dibentuk melalui suatu open recruitment yang boleh diikuti oleh seluruh warga IMAKA. Panitia GIMA VII terdiri dari 49 orang yang terdiri dari 3 orang SC, 8 orang pengajar, 6 orang volunteer, 2 orang tamu undangan, dan sisanya merupakan gabungan dari Himpunan Mahasiswa dan komponen yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Pembagian tugas dalam pelaksanaan kegiatan ini dibagi menjadi tiga tim. Tim pertama yaitu tim ikhwan yang berfokus pada pembangunan. Pembangunan yang dilakukan yaitu berfokus pada sarana dan prasarana disana yang berupa MCK (Mandi, Cuci, Kakus) dan bak penampungan air. Tim kedua yaitu tim akhwat berfokus pada pencerdasan masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya. Tim ketiga yaitu tim pengajar yang bertugas untuk melakukan pencerdasan bagi anak-anak di Desa Cibakatul.

Persiapan kegiatan GIMA ini telah dilaksanakan sejak 4 bulan terakhir. Kendala yang paling utama dialami panitia selama persiapan tersebut ialah masalah dana. Meskipun demikian untuk pelaksanaan acaranya tetap dapat terlaksana walaupun harus ada pengurangan kuantitas fasilitas yang dibangun. Target awal panitia yaitu membangun 6 unit MCK, namun terjadi pengurangan kuantitas dalam realisasinya. Kesulitan lain yang dialami panitia ialah masalah komunikasi dengan masyarakat di Desa Cibakatul yang mayoritas mereka menggunakan bahasa sunda dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan tidak semua panitia mengerti bahasa sunda. Hal ini menyebabkan panitia mengalami kebingungan ketika berkomunikasi dengan masyarakat.

“Sangat bagus, sebagai bukti nyata pengabdian kepada masyarakat berupa mengajar ke daerah-daerah terpencil yang membutuhkan, kegiatan ini juga sangat bagus untuk terus dilakukan karena meningkatkan rasa kemanusiaan.” Ujar Pak Maman. Harapan Ir. Maman Sukiman, M.Si selaku direktur Politeknik AKA Bogor yaitu semoga kegiatan ini dapat terus ditingkatkan kualitasnya dan beliau mengingatkan kepada seluruh panitia GIMA VII agar lebih fokus dalam mengabdikan diri kepada masyarakat. Selain itu beliau juga mengharapkan untuk kedepannya dapat mengikutsertakan para dosen Politeknik AKA Bogor dalam kegiatan ini.

“Kegiatan ini merupakan peluang untuk menyalurkan bantuan kita terhadap masyarakat dalam bidang pendidikan dan juga sebagai kegiatan positif untuk mengisi waktu liburan ini.” Ujar salah satu pengajar GIMA VII ketika ditanya mengenai motivasinya mengikuti kegiatan ini. Panitia dan pengajar juga berharap agar acara ini bisa berjalan dengan lancar dan masyarakat dapat merasakan kebermanfaatan pada acara ini.

“Bagi saya GIMA itu adalah sebuah cerita yang mana kita dapat merasakan bahagia dan juga seperti rumah dimana terdapat segala hal didalamnya. Saya harap kebermanfaatan pada acara ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat namun bisa dirasakan oleh panitianya.” Ujar Alfan Eka Kurniawan selaku ketua pelaksana GIMA VII.

“Saya harap acara ini dapat berjalan dengan lancar, panitia dan peserta sehat dalam menjalaninya. Pesan saya untuk seluruh warga IMAKA, teruslah bermanfaat karena dalam diri kita ada hak-hak orang lain yang harus kita penuhi. Selama masih dalam lingkaran kebenaran, dimanapun dan kapanpun itu, teruslah jalani.” Ucap Annisa Salsabila selaku Koordinator Panitia Acara GIMA VII. (IYMI/GLK)