JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Artikel Recent Update Yuk Menulis

Sumbangsih Besar Pemuda Indonesia di Kancah Internasional

Jurnalikanews – Indonesia dikenal sebagai negara dengan jumlah penduduk terpadat di dunia. Padatnya penduduk disebabkan semakin meningkatnya angka kelahiran. Tidak heran, jika jumlah penduduk Indonesia saat ini didominasi oleh kaum pemuda yang berusia 15 sampai 30 tahun keatas.

Banyaknya penduduk berusia produktif, hal ini tentunya merupakan aset berharga bagi Ibu Pertiwi dalam persaingan yang cukup ketat di era globalisasi seperti saat ini. Persaingan demi persaingan kerap kali diikuti oleh kaum muda-mudi demi mendapatkan pengakuan dari berbagai negara maju. Mereka tidak ingin jika Indonesia hanya dianggap sebagai negara dengan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang beragam  namun kualitas akan Sumber Daya Manusia (SDM) justru tersaingi dengan hal demikian.

Mengubah pemikiran akan kualitas SDM yang tentunya belum sebanding dengan SDA yang dimiliki Indonesia saat ini tentu bukanlah perkara yang mudah. Mengingat kedua  komponen tersebut memiliki suatu hubungan kausalitas sehingga jika SDM tidak memiliki pengetahuan yang banyak untuk menjalankan SDA yang merupakan anugerah dari Tuhan, maka SDA kita akan dikuasai oleh kaum oportunis yang tidak peduli pada nasib rakyat Indonesia kedepannya.

Kaitan Pemuda dalam Bidang Pendidikan dan Budaya

Menurut Mulyana (2011) pemuda diartikan sebagai individu yang memiliki karakter dinamis. Dalam artian, memiliki karakter yang bergejolak, optimis, dan belum mampu mengendalikan emosi yang stabil. Pemuda juga memiliki dua visi besar dalam menjalankan perubahan yang lebih baik kepada masyarakat, yaitu visi pendidikan serta pelestarian seni dan budaya lokal. Kedua visi ini terintegrasi dalam sebuah model pengembangan untuk mewujudkan Indonesia yang berkeadilan dan juga mampu bersaing dengan Negara-negara maju. Hal inilah yang menjadikan pemuda sebagai agent of change dalam menyongsong nasib masa depan negeri ini kedepannya.

Berbagai macam upaya dilakukan pemuda Indonesia demi sebuah pengakuan dari negara maju. Perwujudan akan kedua visi yang dimiliki oleh pemuda berupa pendidikan dan pelestarian seni serta budaya lokal kerap dilakukan. Kedua contoh perwujudan visi tersebut dalam segi pendidikan ialah penemuan aplikasi scoop yang merupakan aplikasi e-reading yang membuat pengguna dapat mengunduh dan membaca majalah, buku, dan koran secara gratis maupun berbayar. Aplikasi yang dibuat oleh Apps Foundry sudah tersebar di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Selain dari perangkat Android, aplikasi ini dapat diunduh melalui iPad, iPhone, dan Windows Phone. Aplikasi ini merupakan salah satu contoh perwujudan visi pertama pemuda Indonesia dalam meningkatkan minat baca anak bangsa.

SCOOP-Aplikasi-e-reading-digital-Asal-Indonesia-1 : https://spaceku.com/scoop-aplikasi-e-reading-digital-asal-indonesia/

Beralih pada visi selanjutnya yaitu pelestarian seni dan budaya lokal. Pemuda sangat memegang andil dalam hal ini. Salah satunya ialah kehadiran salah satu tarian yang sudah mendunia saat ini ialah tari saman. Tari ini berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam atau lebih tepatnya berada diujung pulau Sumatera. Setiap gerakan yang ditarikan oleh para penari saman tersebut selalu menuai decak kagum bagi para penonton sehingga tidak heran jika tarian ini diakui dan diterima oleh UNESCO sebagai warisan dunia.

ribuan-penari-tampil-pada-pagelaran-tari-tradisional-saman-massal-_170813164825-773Sumber : https://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/pesona-indonesia/17/08/14/ouns3i368-12262-orang-menarikan-tari-saman-di-gayo-leus

Tercapainya kedua visi ini merupakan salah satu bukti nyata bahwa sejatinya pemuda juga berperan dalam memberikan hadiah terindah bagi sang Ibu Pertiwi demi terwujudnya kualitas SDM di kancah Internasional.

Referensi :

https://www.indonesiastudents.com/pengertian-pemuda-menurut-para-ahli/

(Nisnina A_UIN JAKARTA/ Depok_Kaitan Pemuda dalam Bidang Pendidikan dan Budaya).