JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Artikel Recent Update Saduran

Pawai Persija Juara, Pejalan Kaki Resah

bola
Jurnalikanews- Minggu, 6 Desember 2018 Persija Jakarta resmi dinobatkan sebagai juara Liga 1 2018 setelah pada laga pekan terakhir berhasil mengalahkan Mitra Kukar dengan skor 2-0 pada laga yang dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menjanjikan akan melaksanakan pawai juara Persija, setelah pada sebelum laga tersebut beliau mengatakan akan menunggu hasil pertandingan terakhir dan belum memastikan mengizinkan pawai Juara Persija.
Pawai tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 15 Desember 2018. Rute Pawai Juara Persija dimulai dari Pintu 1 SUGBK, kemudian melewati Jalan Sudirman dan Jalan MH. Thamrin dan berakhir di balai kota DKI Jakarta. Seperti yang terpantau media nasional hingga siang hari, pawai tersebut dihadiri oleh puluhan ribu The Jakmania dengan berbagai macam kendaraan yamg mengikuti bus terbuka yang ditumpangi para pemain Persija Jakarta.
Namun, padatnya masa yang mengikuti pawai tersebut menimbulkan keresahan tersendiri, khususnya para pejalan kaki yang menggunakan trotoar jalan. Masih banyaknya para pendukung Persija yang melanggar aturan dengan melewati trotoar menggunakan sepeda motor menjadi penyebabnya. Seperti yang diposting oleh salah satu akun instagram @koalisipejalankaki, terlihat begitu banyak peserta pawai yang melewati trotoar jalan. Akun tersebut mengkritik pedas para pendukung Persija Jakarta dengan mengatakan bahwa melanggar dan melawan arus lalulintas bersama menjadi sebuah pembenaran.
Ternyata postingan tersebut langsung dibalas oleh salah satu akun fanbase Persija Jakarta yakni @jakarta.is.red, dengan sedikit menyindir akun sebelumnya. Mereka mengakui kesalahannya namun tidak menerima sikap akun tersebut karena hanya memviralkan pelangaran di media sosial tanpa adanya aksi nyata menghadang para pelanggar tersebut. Menurut akun tersebut, hak itu hanya akan menimbulkan cacian-cacian dari netizen dan menimbulkan perpecahan.
bol
Memang, aturan mengenai penggunaan trotoar telah diatur pada Undang-Undang No 22 tahun 2009 pasal 45, dimana ada hak pejalan kaki dan pengguna jalan yang harus diutamakan, yang dikatakan oleh Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus, yang dilansir situs Kompas.com. Ancaman sanksi yang akan diterima bagi para pelanggar yaitu penjara paling lama satu tahun dan denda maksimal 24 Juta Rupiah.
boll
Bagaimanapun, pelanggaran yang dilakukan harus tetap ditindak tegas meskipun dilakukan beramai-ramai. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Namun, peran masyarakat sebagai pengawal hukum tersebut juga harus sesuai dengan ketentuan. Segera laporkan pelanggaran yang terjadi dan jangan hanya mengeluh di media sosial. (FA)