JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Recent Update Saduran

Tes Psikologi, Syarat Baru bagi Pemohon SIM

Sumber: Ilustrasi (Khairul Imam Ghozali), Detik.com
Sumber: Ilustrasi (Khairul Imam Ghozali), Detik.com

Jurnalikanews- Polda Metro Jaya menambahkan persyaratan Psikotes yang diberlakukan untuk pengajuan SIM  baru, Peningkatan Golongan SIM, dan perpanjangan SIM baik SIM A, B, maupun C sejak Senin, 25 Juni 2018. Sejauh ini, kebijakan baru berupa psikotes telah disosialisasikan dan rencananya akan diberlakukan di wilayah hukum Polda Metro Jaya, meliputi; Bekasi Kota, Bogor Kota, Tangerang Selatan, Tangerang Kota, dan Depok.
Namun, ‘kebijakan baru’ ini harus mengalami penundaan dari waktu yang telah direncanakan. Sistem yang belum siap menjadi penyebab tertundanya pemberlakuan kebijakan sampai waktu yang belum ditentukan. Seperti yang dilansir dari laman merdeka, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuono mengatakan, “Iya betul. Sesuai perintah pak Kapolda (Irjen Idham Azis) ya kita tunda. Jadi untuk pelaksanaan tes psikologi dalam pembuatan SIM ditunda sampai waktu yang belum ditentukan. Alasannya biar sistem, SDM, prasarana dan sebagainya biar lebih baik hingga nanti hasilnya terbaik.
Pemberlakuan kebijakan ini pun akan merogoh kocek tambahan sebesar Rp35.000,00. “Untuk saat ini bagi pemohon baru atau perpanjangan SIM semua golongan akan dikenakan biaya tambahan Rp35.000,00″ ucap Psikolog Adi Sasongko dari Biro Psikologi Andi Arta, yang ditunjuk kepolisian untuk melakukan uji psikologi, saat dihubungi Pewarta Kompas Jumat(22/6).
Simulasi tes psikologi SIM (Foto: Arief Ikhsanudin), Detik.com
Simulasi tes psikologi SIM (Foto: Arief Ikhsanudin), Detik.com

Tes psikologi akan dilakukan dengan pengerjaan soal secara komputerisasi. Dikutip dari laman kompas, “Uji psikologinya sudah terkomputerisasi. Pemohon akan disuguhkan pernyataan tentang gambaran perilaku di dunia nyata. Pernyataan tersebut nanti apakah sesuai dengan dirinya (pemohon) atau tidak. Nanti di komparasikan dengan standar Peraturan Kapolri (Perkap)“, jelas Psikolog Adi Sasongko.
Materi dari test psikologi akan mengedepankan persepsi terhadap risiko dan stabilitas emosi. Pengerjaan jumlah soal yang akan pemohon SIM kerjakan pun berbeda, ada 24 soal bagi pemohon baru dan 18 soal untuk perpanjangan SIM. Estimasi waktu 30 detik diberikan bagi pemohon SIM untuk dapat menyelesaikan satu soal. Dan ditargetkan selama 15 menit dapat menyelesaikan seluruh soal yang diberikan.
Sementara itu, dikutip dari oto.detik.com, Kasi SIM Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar berharap, dengan adanya tes psikologi dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas. Hal ini karena psikologi mempengaruhi tindakan pengemudi dalam berkendara. “Untuk bisa mewujudkan seseorang driver yang safe and responsible traffic behavior dan mewujudkan driver yang tidak risky driving behavior maka dibutuhkan yang memiliki kompetensi hard skill dan soft skill” tambahnya. (AV)

Tinggalkan Balasan