JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Artikel Recent Update

Melihat Taman Cisaat Lebih Dekat

IMG-20180125-WA0006
Jurnalikanews- Sudah sewajarnya bila di tengah hiruk pikuk perkotaan terdapat tempat memadai yang dapat mengimbangi polusi yang terus menyelimuti atmosfer disekitarnya. Oleh karena itu hampir di setiap kota dapat kita temui taman-taman yang terletak di area ramainya aktivitas penduduk berlalu-lalang. Biasanya tempat ini ramai oleh para pedagang kaki lima dan dikunjungi pada waktu sore di hari kerja, sedangkan di hari libur bisa jadi ramai dari pagi. Untuk fasilitas sendiri, biasanya taman dilengkapi dengan tempat duduk di antara pepohonan besar yang membuat udara menjadi sejuk, meski di tengah terik sinar matahari, tak jarang terdapat pemanis seperti deretan tanaman hias atau air mancur buatan.
Taman sendiri memiliki beberapa fungsi yang sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat setempat. Pertama ada fungsi kesehatan, di mana taman yang penuh dengan pohon rindang sebagai jatungnya paru-paru kota merupakan produsen oksigen, peran ini tentu tidak bisa digantikan makhluk lainnya. Kedua fungsi ekologis sebagai penjaga kualitas lingkungan kota. Pepohonan rindang terus menerus menyarap dan mengolah karbon dioksida, sulfur oksida, karbon monoksida yang merupakan sumber pencemaran udara utama lingkungan perkotaan. Ketiga fungsi estetika dengan pemeliharaan dan perawatan taman yang baik akan meningkatkan kebersihan dan keindahan lingkungan. (Media Pembelajaran Geografi oleh Ade Suryansyah S).
taman cisaat 2Alun-Alun Cisaat bukan satu-satunya taman yang terdapat di daerah Sukabumi, namun demikan tempat ini memiliki letak yang strategis karena berada di jalan raya utama. Salah satu hal mencolok yang paling menarik dari tempat ini adalah adanya patung dua ikan kembar yang sangat jelas terletak di tengah taman. Dibatasi pagar besi yang dicat putih, terdapat beberapa tiang yang menyangga dua patung ikan besar tersebut yang menjulang dari sebuah kolam buatan. Tidak ada yang menyebutkan pasti makna lambang ikan kembar tersebut, namun banyak yang berpendapat bahwa itu adalah gambaran dari mata pencaharian penduduk setempat pada masanya. Sebab tak jauh dari Cisaat terdapat Pasar Ikan yang ramai dikunjungi dari berbagai daerah. Area pusat taman berbentuk lingkarang yang sisinya dapat dijadikan tempat duduk untuk bersantai. Di sekeliling area lingkarang tersebut terdapat banyak pohon-pohon rindang sehingga rasa sejuk dapat dinikmati oleh para pengunjung. Patung ikan yang ikonik Tempat ini memang tidak memiliki toilet umum, namun tidak perlu khawatir karena tak jauh dari situ terdapat masjid yang dikenal dengan nama Qubbatul Islam. Selain banyak pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar taman, di ujung jalan terdapat tempat makan ekonomis dengan banyak pilihan yang dapat dinikmati. Mulai taman cisaat 3dari mie kocok, soto, bakso, dan makanan lainnya.
Ada hal baru yang menarik dari tempat ini, menambah daya tarik pengunjung untuk sekedar datang melihat-lihat. Semenjak resmi dibuka pada 6 Januari 2018, Teras Baca Cisaat mulai rutin beroperasi pada hari Sabtu dan Minggu mulai pukul 3 sore yang bertempat di pelataran Alun-Alun Cisaat tepat di area patung ikan kembar. Kegiatannya sendiri bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat terutama anak-anak dan remaja. Para pengurus membuka lapak buku yang bisa dipinjam secara gratis oleh para pengunjung, selain itu juga pengunjung yang datang dapat menyumbangkan bukunya untuk menambah koleksi yang ada. Komunitas ini diusung oleh para pemuda setempat yang memiliki rasa kepedulian tinggi terhadap minimnya minat baca yang terjadi di kalangan masyarakat.
Secara keseluruhan taman yang berada di Cisaat ini sudah dikelola dengan cukup baik dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Baik dari segi ekologis, estetika, dan dengan adanya komunitas yang menempati area tersebut menambah nilai edukatif bagi masyarakat. (Rz)