JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Berita Berita Internal Recent Update

Kerja Bakti IMAKA!!!

WhatsApp Image 2017-10-01 at 08.40.27   Jurnalikanews- Mahasiswa merupakan bagian dari masyarakat. Sudah seharusnya mahasiswa berkontribusi dalam masyarakat untuk bersama-sama mejaga lingkungan masyarakat. Seperti yang dilakukan mahasiswa Politeknik AKA Bogor pada tanggal 30 September 2017. Mahasiswa Politeknik AKA Bogor melakukan kerja bakti di RT03/11, Desa Sindang Sari, Kel.Tanah Baru, Bogor Utara. Kerja Bakti ini dilaksanakan antara lain untuk menjaga silaturahmi antara mahasiswa dan masyarakat. Kegiatan ini dimulai dari pukul 07.30 s/d 12.30 WIB. Adapun kegiatannya yang meliputi membersihkan lingkungan dari sampah dan membersihkan saluran air.

    Untuk mempererat hubungan Antara mahasiswa dengan masyarakat, Menteri Sosial Masyarakat (SOSMAS) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IMAKA, berinovasi dalam bentuk kerja bakti ini. Selain itu, kerja bakti yang dilakukan juga bertujuan untuk membangun kepekaan mahasiswa terhadap masyarakat sekitar.

       “Harapannya mahasiswa lebih peduli lagi sama kegiatan IMAKA, terutama yang berhubungan dengan masyarakat, karena masyarakat AKA sekarang sudah mengalami moral dan etika berdasarkan penilaian warga ketika beberapa bulan lalu ditanyakan langsung oleh pengurus BEM” Kata Oktrioza,salah satu Pengurus BEM IMAKA.

WhatsApp Image 2017-10-01 at 08.40.30        Kerja bakti tersebut merupakan program kerja Menteri SOSMAS BEM IMAKA yang mana akan dilaksanakan setiap bulan dan dilaksanakan di tempat yang berbeda-beda. Namun sangat disayangkan sekali, dari ratusan mahasiswa Politeknik AKA Bogor, yang ikut serta didalamnya hanya sekitar 25 orang saja. Ini merupakan salah satu kemirisan yang terjadi pada mahasiswa Politeknik AKA Bogor. Sehingga timbul pertanyaan, akankah berjalan dengan efektif jika dilakukan setiap bulan dan hanya sedikit mahasiswa yang ikut serta?. Oktrioza menuturkan, bahwa kerja bakti yang dilakukan 30 September 2017, terkendalan karena bentrok dengan acara Studium General, sehingga mahasiswa tingkat satu tidak mengikutinya. (Lupin)