JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Recent Update Saduran

Indonesia Darurat PCC

images (47)
Image source : mawarkepri.com

Jurnalikanews-Indonesia kini sedang darurat obat paracetamol, caffein dan carisoprodol atau lebih dikenal sebagai PCC yang berbentuk tablet. Pasalnya, penyalahgunaan obat berbahaya ini kebanyakan dari korbannya adalah remaja dan anak-anak yang masih dibawah umur dan efek yang ditimbulkan yaitu berhalusinasi, kejang-kejang, bahkan hingga kematian

PCC sendiri terrmasuk obat keras dan dikomsumsinya pun harus seizin dokter tidak boleh sembarangan karena akan langsung menyerang saraf  yang melemahkan otot-otot kejang. Jika dikomsumsi oleh anak-anak resikonya adalah keracunan bahkan dapat mengakibatkan gangguan kepribadian dan disorientasi (kebingungan).

            Pertama kali PCC diedarkan  masih belum jelas tetapi puncak dari kasus ini yaitu belasan remaja dan anak-anak dilarikan kerumah sakit akibat meminum obat ini yang diberikan secara gratis oleh orang yang tidak dikenal di Kendari, Sulawesi Tenggara. Pihak Kepolisian pun berhasil menangkap 4 tersangka pembuat dan pengedar obat PCC  yang berinisial MSAS, WY, serta pasangan suami istri BP dan LKW.

            Pelaku mengungkapkan bahwa bahan baku pembuatan PCC bertempat di Cimahi, pembuatan di Purwokerto, dan marketing-nya di Surabaya, dari Surabaya baru diedarkan ke kota-kota tujuan. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskim Mabes Polri berujar, diduga kuat otak dari pembuatan obat berbahaya ini adalah LKW dan BP karena keduanya merupakan lulusan Fakultas Farmasi di salah satu Perguruan Tinggi di Bandung. Bahkan, LKW diketahui pernah bekerja sebagai ketua cabang perusahaan bidang farmasi. Para tersangka ini dikenakan Pasal 197 juncto Pasal 106 ayat 1 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan hukuman pidana maksimal 15 tahun dan denda maksimal 1,5 miliar. (RM)

Sumber: liputan6.com; detik.com; okezone.com; kompas.com

Tinggalkan Balasan