

Sumber:Dokumentasi Pribadi
Jurnalikanews – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik AKA Bogor menggelar pelantikan Kabinet BEM periode 2026/2027 yang bertempat di Gedung B Lantai 3 Politeknik AKA Bogor. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa Politeknik AKA Bogor, termasuk perwakilan dari setiap komponen organisasi kemahasiswaan.
Acara dimulai pada pukul 18.45 WIB dan berakhir pada pukul 21.00 WIB dengan susunan acara, yaitu pembukaan oleh master of ceremony, pengecekan kehadiran komponen dan warga IMAKA, jeda shalat isya, pembacaan tata tertib, tanya kabar setiap komponen, pembacaan Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Mahasiswa, pembacaan ikrar, penyematan pin Garuda, penyampaian kesan dan pesan, pembacaan doa, serta diakhiri dengan sesi foto bersama.
Acara inti diawali dengan pengenalan nama Kabinet BEM IMAKA 2026/2027, yaitu Nawasena Saswara, beserta filosofi logonya oleh Presiden Mahasiswa, Felda Pratama Abdullah. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dimoderatori oleh Wakil Presiden Mahasiswa, Naufa Afifah. Forum berlangsung interaktif dengan antusiasme mahasiswa yang mengajukan berbagai pertanyaan terkait arah kepengurusan kabinet yang baru.
Menjelang berakhirnya sesi tanya jawab, forum menyampaikan keberatan terkait durasi sesi yang semula dialokasikan selama 20 menit karena dinilai belum cukup untuk mengakomodasi seluruh pertanyaan. Menanggapi hal tersebut, pihak BEM menjelaskan bahwa waktu pelaksanaan terbatas akibat beberapa pertimbangan teknis, seperti batas waktu peminjaman ruangan dan masih adanya rangkaian acara yang harus diselesaikan. Setelah melalui pembahasan, forum dan pihak BEM menyepakati penambahan waktu sesi tanya jawab hingga pukul 20.40 WIB sebelum acara dilanjutkan ke prosesi berikutnya.

Sumber:Dokumentasi Pribadi
Prosesi pelantikan dilanjutkan dengan pembacaan ikrar yang dipimpin oleh Presiden Mahasiswa, kemudian dilanjutkan dengan penyematan Pin Garuda sebagai simbol pengukuhan pengurus BEM periode 2026/2027.
Presiden Mahasiswa, Felda Pratama Abdullah, menjelaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan momentum yang menandai dimulainya amanah bagi pengurus baru untuk memahami dinamika organisasi serta menjalankan kepercayaan yang diberikan oleh mahasiswa dan seluruh komponen IMAKA.
“Pelantikan merupakan sesuatu yang sakral (…). Teman-teman kabinet perlu diuji dan diberi pemahaman mengenai bagaimana IMAKA, bagaimana cara kita berorganisasi, dan itu merupakan bentuk kepercayaan yang diberikan oleh mahasiswa serta seluruh komponen.”
Felda juga menyampaikan bahwa BEM memiliki Kementerian Kajian Strategis (Kastrat) yang bertugas mengkaji berbagai isu di lingkungan IMAKA. Hasil kajian tersebut selanjutnya akan diteruskan kepada pihak terkait, seperti Pembantu Direktur maupun BPSDMI, sebagai bentuk upaya BEM dalam menyalurkan aspirasi mahasiswa.
Sementara itu, salah satu anggota Kabinet BEM, Ryel Fandralaro Somasido Zega, berharap kepengurusan yang baru dapat menjadi wadah aspirasi mahasiswa sekaligus memperkuat koordinasi dengan seluruh komponen organisasi.
“Semoga BEM bisa mendengarkan segala keluh kesah ataupun pengaduan dari mahasiswanya (…). Kami juga meminta dukungan kepada semua mahasiswa, terutama yang tergabung dalam komponen, agar dapat saling bekerja sama dan berkoordinasi sehingga tidak terjadi miskomunikasi demi kemajuan IMAKA bersama.”
Pelantikan Kabinet Nawasena Saswara diharapkan menjadi awal kepengurusan yang mampu menjalankan amanah dengan baik, mengoptimalkan program kerja, serta memperkuat sinergi antara BEM, mahasiswa, dan seluruh komponen organisasi di lingkungan IMAKA. (SAL/RNL)