JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Piala Dunia: Ketika Sepak Bola Runtuhkan Sekat Negara

Sumber : Beritasatu.com

Jurnalikanews—FIFA World Cup, atau sering dikenal dengan Piala Dunia merupakan momen besar dalam dunia sepak bola yang hadir setiap empat tahun sekali. Piala Dunia bukan sekadar ajang olahraga, melainkan fenomena global yang mampu menyatukan jutaan orang dari berbagai negara dalam semangat dan emosi yang                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              sama. Perbedaan budaya, bahasa, dan agama  memudar ketika mereka larut dalam euforia yang sama untuk mendukung tim nasional mereka.

Piala Dunia telah menjadi peristiwa sosial global yang mana setiap penyelenggarannya selalu menghadirkan cerita baru yang lekat dalam ingatan banyak orang. Menurut kajian yang dipublikasikan oleh LLDIKTI Wilayah V, Piala Dunia merupakan wadah bagi orang-orang untuk membangun identitas bersama. Dari perspektif Cultural Studies dan Fan Studies, sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan juga sarana yang memperkuat solidaritas sosial, membangun rasa memiliki, serta mempererat hubungan antaranggota komunitas. Ketika orang-orang mendukung tim nasional mereka secara alamiah akan tumbuh rasa kebersamaan, sehingga menciptakan rasa persatuan dan keterikatan.

Selain memperkuat identitas suatu negara, Piala Dunia juga mempererat hubungan antarnegara serta meruntuhkan sekat yang memisahkan masyarakat dunia. Orang-orang dari berbagai negara berkumpul di tempat yang sama, meneriakkan  yel-yel  semangat dengan beragam bahasa tetapi satu makna. Mereka saling bertukar atribut, berfoto bersama, dan menjalin persahabatan meskipun berasal dari tim yang saling berlawanan.

Seiring berkembangnya globalisasi, banyak orang menganggap bahwa berbagai budaya kini semakin seragam, menciptakan fenomena ”monokultur global”. Namun, Piala Dunia menampilkan hal yang berbeda. Ajang olahraga ini memberikan kesempatan bagi negara untuk memamerkan budaya mereka dengan mempertahankan ciri khasnya. Globalisasi dalam sepak bola tidak menyeragamkan budaya, melainkan mempertemukan beragam budaya dalam satu ruang bersama.

Pada akhirnya, Piala Dunia menunjukkan bahwa sepak bola lebih dari sekadar permainan, bukan hanya tentang menang atau kalah. Sepak bola meupakan olahraga yang memiliki kekuatan untuk menyatukan orang-orang, membangun hubungan yang lebih erat antarnegara, serta menunjukkan bahwa meskipun memiliki budaya yang berbeda, manusia dapat bersatu sebagai satu kesatuan. Selama sembilan puluh menit pertandingan berlangsung, dunia seolah berbicara dalam bahasa yang sama, yaitu sepak bola. (SNP)

Referensi: