JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Sherly Tjoanda: Perempuan Tangguh yang Mengubah Duka Menjadi Pengabdian

Sumber : Jurnal86.com

Jurnalikanews – Dalam peta politik Indonesia, nama Sherly Tjoanda muncul dengan cara yang tidak biasa. Bukan melalui ambisi yang direncanakan bertahun-tahun, bukan pula dari latar belakang dinasti politik. Perempuan kelahiran Ambon, 12 Agustus 1982 ini justru menemukan panggilannya di titik paling gelap dalam hidupnya  saat kehilangan orang yang paling ia cintai.

Sherly tumbuh dalam keluarga sederhana yang menjunjung nilai kerja keras dan iman. Ia mengenyam pendidikan tinggi di Universitas Kristen Petra Surabaya, jurusan Manajemen Bisnis Internasional, lalu melanjutkan studi ke Inholland University di Amsterdam, Belanda. Pengalaman hidup di luar negeri itu membuka matanya tentang bagaimana sebuah sistem yang baik bisa benar-benar mengubah kehidupan masyarakat, sebuah pelajaran yang kelak ia bawa pulang ke tanah Maluku Utara.

Bertahun-tahun, Sherly mendampingi suaminya, Benny Laos, membangun daerah dari bawah. Ia hadir bukan sebagai pajangan di panggung politik, melainkan turun langsung ke tengah masyarakat, duduk bersama ibu-ibu desa, membantu mengolah hasil bumi, menguatkan perempuan-perempuan yang selama ini tak terlihat. Ia tahu seperti apa rasanya menjadi rakyat biasa, dan itu yang membedakannya.

Pada Oktober 2024, segalanya berubah dalam sekejap. Sebuah ledakan kapal di Perairan Taliabu merenggut nyawa Benny Laos. Sherly sendiri mengalami luka bakar di kakinya. Di saat kebanyakan orang akan memilih untuk berdiam diri dan berduka, Sherly justru membuat keputusan yang mengejutkan semua orang: ia maju menggantikan suaminya sebagai calon Gubernur Maluku Utara. Masih dengan tongkat penyangga, masih dalam balutan duka, ia mendaftarkan diri dan meraih dukungan delapan partai hanya dalam hitungan hari.

Rakyat Maluku Utara rupanya melihat sesuatu yang lebih dari sekadar nama. Mereka melihat sosok yang pernah hadir di tengah mereka, yang mengerti susah payah kehidupan, yang tidak tiba-tiba muncul saat musim pemilihan. Sherly menang dengan lebih dari 50 persen suara dan resmi dilantik sebagai Gubernur Maluku Utara pada Februari 2025 menjadi perempuan pertama yang memimpin provinsi tersebut sepanjang sejarah.

Di kursi kepemimpinan, ia tak berubah. Program pendidikan gratis, beasiswa bagi generasi muda, kerja sama dengan puluhan perguruan tinggi, hingga penguatan sektor perikanan dan pertanian menjadi fokus nyata yang ia garap. Baginya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak ada artinya jika kesejahteraan hanya dinikmati segelintir orang. Dalam setiap pidatonya, Sherly selalu menekankan satu hal: integritas dan konsistensi jauh lebih berharga daripada sekadar prestasi di atas kertas.

Kisah Sherly Tjoanda bukan tentang seorang perempuan yang kebetulan menjadi gubernur. Kisah ini merupakan cerita tentang seseorang yang memilih untuk bangkit justru ketika dunianya runtuh dan menjadikan rasa sakitnya sebagai alasan untuk melayani lebih banyak orang. Ia membuktikan bahwa kepemimpinan yang sejati bukan soal siapa yang paling kuat, melainkan siapa yang tetap memilih untuk hadir meski dalam keadaan terluka.(R)

 

Sumber :

https://tokoh.id/tokoh/ensiklopedi/sherly-tjoanda/

https://tokoh.id/biografi/1-ensiklopedi/ibu-dari-tiga-anak-ibu-untuk-satu-provinsi/

https://en.wikipedia.org/wiki/Sherly_Tjoanda

https://www.liputan6.com/bisnis/read/5929135/profil-sherly-tjoanda-gubernur-terkaya-dari-maluku-utara

https://www.cantika.com/read/2096049/mengenal-sherly-tjoanda-sosok-di-balik-transformasi-pendidikan-dan-sdm-di-maluku-utara

https://malutprov.go.id/public/index.php/sherly-tjoanda-yang-menginspirasi-pemimpin-inklusif-dan-transformasi-pendidikan-di-maluku-utara

https://jurnal86.com/sherly-tjoanda-sebagai-representasi-kepemimpinan-perempuan-dalam-stabilitas-pembangunan-maluku-utara/