

Sumber : tirto.id
Jurnalikanews – Pendidikan menjadi kunci utama peningkatan kualitas hidup masyarakat. Namun, banyak anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem masih kesulitan memperoleh pendidikan yang layak. Kondisi tersebut berpotensi memperpanjang rantai kemiskinan antargenerasi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah menghadirkan Program Sekolah Rakyat sebagai upaya nyata dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan berasrama yang disediakan secara gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini bertujuan memberikan akses pendidikan bermutu bagi seluruh anak Indonesia tanpa terkendala kondisi ekonomi. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, hingga April 2026 Program Sekolah Rakyat telah menjangkau hampir 15.000 siswa di 166 lokasi yang tersebar di 36 provinsi dengan dukungan lebih dari 2.500 tenaga pendidik dan tenaga kependidikan (Kemendikdasmen, 2026). Sistem pendidikan berasrama tidak hanya memberikan pembelajaran akademik, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Pemerintah menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan biasa, melainkan investasi jangka panjang untuk memutus transmisi kemiskinan antargenerasi (Kemendikdasmen, 2026). Pendidikan merupakan cara paling efektif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan yang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik di masa depan. Program ini memastikan kondisi ekonomi keluarga tidak menghalangi anak meraih cita-cita. Dengan pendidikan yang berkualitas, diharapkan peserta didik dapat keluar dari lingkaran kemiskinan dan menjadi agen perubahan bagi keluarganya maupun masyarakat sekitar.
Salah satu keunggulan Sekolah Rakyat adalah penerapan pendekatan pembelajaran yang adaptif dan inklusif. Program ini menggunakan sistem multi-entry dan multi-exit yang memungkinkan siswa mengikuti pendidikan sesuai dengan kemampuan dan kesiapan Mereka (Kemendikdasmen, 2026). Selain itu, Kurikulum dirancang fleksibel untuk mengakomodasi beragam latar belakang akademik siswa guru yang mengajar di Sekolah Rakyat tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping dan pembimbing karakter. Guru dibekali kemampuan konseling dan pendampingan psikologis untuk membantu siswa menghadapi tantangan sosial dan emosional.
Meskipun mendapat banyak dukungan, Program Sekolah Rakyat juga menghadapi berbagai tantangan, seperti pemerataan akses, keberlanjutan pendanaan, dan kebutuhan peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Pemerintah merencanakan penambahan lebih dari 100 lokasi baru dan pembangunan puluhan gedung permanen untuk memperluas jangkauan program. Target jangka panjangnya adalah menghadirkan Sekolah Rakyat di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia pada tahun 2029 (Kemendikdasmen, 2026). Pemerintah juga menyiapkan jalur transisi ke perguruan tinggi dan dunia kerja agar manfaat program berkelanjutan.(CPM)
Referensi:
https://www.kemendikdasmen.go.id/berita/15318-sekolah-rakyat-hadir-memutus-rantai-kemiskinan-melalui-pendi
https://mmc.tirto.id/image/otf/1240×0,q70/2025/09/24/antarafoto-persiapan-sekolah-rakyat-di-semarang-1758699581_4425_ratio-16×9.jpg