

Jurnalikanews – Pada hari Sabtu, 2 Mei 2026 diperingati sebagai Hari Pendidikan
Nasional dilansir dari kemendikdasmen.com HARDIKNAS tahun ini bertema “Menguatkan
Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Dalam rangka
mendorong Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning pemerintah mendukung melalui
kebijakan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran sebagai
bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Pada tahun 2025, program revitalisasi
telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan. Sementara itu, program Digitalisasi
Pembelajaran melalui penyediaan Interactive Flat Panel (IFP) telah dimanfaatkan di lebih
dari 288 ribu satuan pendidikan.
Namun, jika dilihat dari berbagai permasalahan pendidikan yang ada dari tahun 2025
hingga saat ini cukup untuk mempertanyakan terkait kebijakan pemerintah yang dianggap
kurang tegas dalam mengimplementasikan aturan yang sudah tertuang pada Undang-Undang
No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Indonesia. Pada hari yang sama berdasarkan
unggahan dari akun Instagram @bem_si berisi seruan aksi nasional dengan tagar
#GelapGulitaPendidikanIndonesia #ReformasiTotalPendidikanIndonesia yang digelar pada
pukul 13.00 WIB di daerah Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat.
Dalam kajiannya BEM SI menyuarakan 10 tuntutan yang berisi tentang distorsi dan
komersialisasi anggaran 20% yang dinilai banyak digunakan untuk sektor administratif,
birokrasi, dan pendidikan kedinasan dibandingkan pendidikan publik, krisis infrastruktur
sekolah, masalah tenaga pendidik seperti, guru honorer yang telah mengabdi puluhan tahun namun menerima gaji jauh di bawah standar layak dan kurangnya guru pada daerah 3T
(Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), ketimpangan akses dan mutu pendidikan, keamanan di
lingkungan pendidikan, revisi UU SISDIKNAS terkait kurang partisipatif karena minim
melibatkan masyarakat sipil, mahasiswa, dan guru.

Dilansir dari tempo.com, dari hasil wawancara dengan Koordinator Pusat BEM SI,
Muzammil Ihsan, terdapat kurang lebih 700 massa aksi yang hadir di tempat. Aksi tersebut
juga terjadi di beberapa titik daerah lain seperti, Makassar, Yogyakarta dan Papua yang juga
menyuarakan agar sebagian anggaran program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis
(MBG) dapat dialihkan untuk mendukung pendidikan yang mencakup pembiayaan
pendidikan gratis, penguatan riset, hingga perbaikan sarana sekolah. Para massa aksi di
Jakarta mengancam akan kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih besar pada Senin, 4
Mei 2026 jika tidak ada respon dari pemerintah, namun hingga sampai saat ini belum ada
tanggapan atau keputusan tegas yang dikeluarkan.
Melihat aksi yang dilaksanakan serta tuntutan yang terlampir seharusnya pemerintah
bertindak dengan menanggapi protes mahasiswa dan masyarakat, karena pada momentum ini
tentu menjadi catatan penting dan pertanyaan bagaimana penerapan aturan Undang-Undang
No. 20 Tahun 2003 Sistem Pendidikan Indonesia, apakah sudah sesuai dengan program yang
berjalan di lapangan? Hal tersebut dapat dilihat kembali dari respon masyarakat terhadap efek
terlaksananya suatu kebijakan. Pemerintah perlu memiliki sensibilitas terkait berbagai
permasalahan dalam lingkungan pendidikan sehingga pendidikan bukanlah menjadi hal yang
sulit diakses dan diperjualbelikan sebagai komoditas komersial, melainkan menjadi investasi
peradaban yang didukung penuh oleh kedaulatan anggaran negara. (MMJA)
Referensi :
Aliansi BEM Seluruh Indonesia. (2026). Kajian Isu Pendidikan Indonesia: Restorasi Filosofi
Pendidikan Nasional Menghentikan Komersialisasi, Memanusiakan Pendidik, dan
Menegakkan Kedaulatan Intelektual. Jakarta: Koorsu Pendidikan Dasar dan Menengah
Aliansi BEM SI
https://www.kemendikdasmen.go.id/siaran-pers/15251-hardiknas-2026-mendikdasmen-
tegaskan-pendidikan-untuk-mencerdaskan-dan-membentuk-karakter-bangsa
https://www.tempo.co/politik/bem-si-gelar-aksi-demontrasi-hardiknas-begini-9-tuntutannya-
2133157
https://megapolitan.kompas.com/read/2026/05/03/07462051/ultimatum-mahasiswa-demo-
lebih-besar-ancam-digelar-senin
https://www.jakartaterkini.id/megapolitan/amp/2322610462/aksi-hardiknas-di-makassar-
berlangsung-kondusif-mahasiswa-soroti-pendidikan