

Jurnalikanews – Banyak dari kita sering menganggap sisa-sisa sayuran, kulit buah, dan limbah
dapur lainnya sebagai sampah yang harus dibuang ke tempat sampah besar. Padahal, kita bisa
memanfaatkan sampah rumah tangga ini menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat. Alih-alih
berakhir di tempat pembuangan dan menghasilkan gas metana yang dapat merusak atmosfer, sisa
dapur ini bisa diubah menjadi kompos untuk menyuburkan tanaman.
Selain menyuburkan tanaman, pengomposan juga dapat mengurangi limbah dengan membantu
meringankan beban penumpukan sampah. Hal ini juga lebih hemat biaya karena Anda tidak
perlu lagi membeli pupuk kemasan.
Terdapat dua bahan utama dalam pembuatan kompos, yaitu:
1. Bahan cokelat (kaya karbon): seperti daun kering, ranting kecil, kertas bekas, dan kardus
yang dipotong kecil-kecil.
2. Bahan hijau (kaya nitrogen): seperti kulit sayur atau buah, ampas kopi, dan rumput segar.
Wadah yang disiapkan harus memiliki ventilasi yang baik untuk mendorong sirkulasi udara.
Sebagai contoh, jika menggunakan ember, buatlah beberapa lubang kecil di sisi dan bagian dasar
untuk drainase serta aerasi. Letakkan wadah di tempat yang teduh dan terhindar dari sinar
matahari langsung guna menjaga kelembapan.
Langkah pembuatannya dimulai dengan meletakkan lapisan bahan cokelat setebal kurang lebih
10 cm di dasar wadah. Tambahkan lapisan bahan hijau setebal 5 cm di atasnya, lalu ulangi proses
tersebut hingga wadah penuh. Karena kompos harus tetap lembap, tambahkan sedikit air jika
campuran terasa terlalu kering. Sebaliknya, jika terlalu basah, tambahkan bahan cokelat.
Aduk kompos setiap 3–4 hari sekali untuk mempercepat proses penguraian. Proses ini biasanya
berlangsung selama 4–8 minggu hingga kompos berwarna cokelat gelap, bertekstur remah, dan
berbau seperti tanah segar.
Pupuk kompos ini tidak hanya memperbaiki struktur tanah, tetapi juga meningkatkan kapasitas
penyimpanan air serta mendorong aktivitas mikroba tanah yang bermanfaat. Dengan memulai
pengomposan, dapat turut serta dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Kini, dapur bukan
lagi sekadar tempat memasak, melainkan awal dari siklus kehidupan kebun yang sehat. (AKP)
Referensi :
https://lifestyle.viva.co.id/tips/5200-punya-sisa-makanan-begini-cara-menyulap-jadi-pupuk-
kompos-penyubur-tanaman?page=5
https://prologmedia.com/7-sisa-bahan-makanan-yang-bisa-diubah-jadi-kompos-bergizi-untuk-
tanaman/
https://www.tempo.co/lingkungan/cara-mudah-buat-kompos-dari-sampah-rumah-tangga-
2070348