

Jurnalikanews – Dalam beberapa tahun terakhir, isu lingkungan semakin menjadi perhatian,
terutama dari Gen Z. Generasi ini dikenal vokal dalam menyuarakan pentingnya menjaga
bumi. Salah satu kontribusi mereka adalah munculnya eco-influencer, yaitu anak muda yang
memanfaatkan media sosial untuk mengampanyekan gaya hidup ramah lingkungan. Gaya
hidup tersebut ialah seperti memberikan edukasi iklim, serta mengajak masyarakat untuk
mengubah perilaku menjadi lebih berkelanjutan.
Media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube membantu Gen Z menyebarkan pesan
tentang lingkungan dengan cepat dan menarik. Melalui konten visual dan interaksi langsung,
sehingga isu lingkungan jadi lebih mudah dipahami. Eco-influencer menggunakan tren untuk
membagikan pesan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti tips mengurangi sampah
plastik atau memakai produk ramah lingkungan. Dengan cara ini, kampanye lingkungan
terasa menyenangkan dan menjadi bagian dari gaya hidup modern.
Jenis Konten yang biasanya Gen Z bagikan yaitu:
1. Tutorial daur ulang, seperti membuat barang baru dari bahan bekas.
2. Gaya hidup zero waste, misalnya belanja tanpa plastik atau membuat produk alami
sendiri.
3. Edukasi iklim, menjelaskan isu seperti pemanasan global dan polusi dengan bahasa
sederhana.
4. Rekomendasi produk ramah lingkungan, seperti skincare atau pakaian berkelanjutan.
5. Kegiatan sosial, seperti bersih pantai, menanam pohon, atau kampanye donasi.
Eco-influencer Gen Z telah membuktikan bahwa media sosial dapat menjadi alat
powerful untuk menyebarkan kampanye lingkungan. Dengan kreativitas, keberanian, dan
kepedulian tinggi terhadap bumi, mereka mampu menjangkau jutaan orang dan mengajak
masyarakat untuk melakukan perubahan kecil namun berdampak besar. Oleh karena itu,
ditengah krisis iklim yang semakin mendesak, kehadiran eco-influencer tidak hanya menjadi tren, tetapi juga bagian penting dari gerakan global untuk mewujudkan masa depan yang
lebih berkelanjutan. (NN)