Kecerdasan Buatan untuk Meniru Perilaku Manusia

Sumber : www.google.com/aithority

Jurnalikanews – Kecerdasan Buatan atau yang biasa disebut Artificial Intelligence (AI) yaitu suatu sistem pemograman untuk meniru kegiatan yang biasa dilakukan manusia seperti hal yang biasa dilakukan, pemikiran yang akan dilakukan juga koreksi diri sendiri dimana diaplikasikan ke mesin. Dengan adanya kemampuan ini sangat menguntungkan beberapa industri yang umumnya memiliki pekerjaan berat selain itu seiring berjalan nya waktu akan merambah ke sisi yang lain seperti matematika, komputer, psikologi dan yang lain-nya jadi tidak hanya tentang pekerjaan berat saja.

Kecerdasan Buatan juga terbagi menjadi dua kategori, yang lemah dan yang kuat. Untuk kecerdasan buatan lemah yaitu dapat mengerjakan tugas tertentu sedangkan yang kuat dapat melakukan kegiatan biasa tanpa ada spesfikasi. Selain itu, tujuan dari adanya kecerdasan buatan ini atau AI pastinya membentuk kemampuan teknologi yang terbaharui, mengetahui bagaimana kecerdasan manusia, juga teknolgi bermanfaat untuk membantu keberlangsungan pekerjaan manusia.

Selain itu, AI atau kecerdasan buatan ini juga mampu menganalisis sesuatu dengan baik, meneliti hal yang akan dilakukan, memperbaiki dokumen jika terjadi kesalahan dengan cepat, dan memperdalam sesuatu hal yang akan dilakukan. Seperti perkembangan yang sudah dirasakan seperti mesin pencaharian, ramalan cuaca dan pengirim email dimana terdapat fasilitas didalam aplikasi email tersebut.

Namun dengan adanya sistem seperti ini pastinya tidak hanya memiliki kelebihan namun juga ada kekurangan yaitu keterbatasan kemampuan. Dimana hal yang dapat dilakukan juga hanya yang sudah di latih dengan manusia juga. Karena ini dibuat oleh manusia pastinya juga tidak bisa sesempurna yang biasa dilakukan manusia. Karena sistem ini juga hanya mengerjakan data dan mengerjakan apa yang akan dilaksanakan.

Contoh implementasi dari sistem ini dilansir dari cnbcindonesia, otomatisasi proses robotik dapat diprogram untuk melakukan tugas bervolume tinggi dan berulang yang biasanya dilakukan manusia karena ilmu bisa bertindak tanpa ada program. Teknologi menangkap dan menganalisis informasi visual menggunakan konversi analog ke digital kamera dan sinyal digital.

Hal ini juga sering dibandingkan dengan penglihatan manusia namun sistem ini hanya bisa dilihat terbatas tidak seluas manusia seperti aplikasi dan tanda tangan sampai analisis medis dengan menampilkan hasil yang dilihat. Untuk pembagian bahasa juga ada terprogram yaitu biasa dikenal Neuro-Linguistic Programming (NLP) yaitu deteksi spam dengan hubungan email seperti subjek atau teks saat mengirimkan pesan. Juga robotik merupakan contoh lain dari sistem ini, dapat mengemudikan tindakan yang akan dilakukan dengan kebiasaan yang sudah diajarkan. (AA).

Tinggalkan Balasan