JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Berita Saduran

Musim Haji 2018, Apa Saja yang Terjadi?

7d1db485-a28c-4481-9d00-dd875d50d8c2_169

(foto : http://www.google.co.id)

 
Jurnalikanews– Menunaikan ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima yang wajib ditunaikan sekali seumur hidup bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia. Pelaksanaan ibadah haji jatuh pada Rabu, 22 Agustus 2018 bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Berdasarkan keterangan Kementrian Agama sudah tedata sebanyak ± 221.000 jemaah dari Indonesia yang melaksanakan ibadah haji tahun ini. Adakah sanak saudara atau bahkan orang tua kalian yang melaksanakan kewajiban tersebut? Lalu bagaimana kondisinya?  Mari kita simak bebarapa ulasan yang dikutip dari beberapa media informasi yang menyajikan kabar tentang para jamaah haji Indonesia.
Kabar terbaru diperoleh data bahwa terdapat 57 jamaah haji yang berasal dari Indonesia dinyatakan meninggal dunia. Dikutip dari www.idntimes.com , berdasarkan Informasi dari data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Daerah Kerja Bandara yang diterima Media Center Haji (MCH), tercatat sebanyak 23 jamaah meninggal di Kota Madinah dan 34 jamaah meninggal di Kota Mekkah sampai 12 Agustus 2018. Bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, data jamaah yang meninggal dunia dapat dikatakan menurun. Faktor yang menjadi penyebab meninggalnya para jamaah yakni karna cuaca ekstrim yang melanda Arab Saudi. Direktur Bina Haji Kementerian Agama Khoirizi mengingatkan cuaca di Arab Saudi berkisar (42 – 50)˚C. Untuk itu,  jamaah haji diimbau mewaspadai suhu panas ini dengan mengurangi  aktifitas di luar hotel atau pemondokan demi menjaga kekhuyukan ibadah. Selain itu jamaah harus sering minum air putih serta menghindari tempat keramaian.
Selain informasi mengenai kondisi para jamaah, Presiden Dua Masjid Suci (Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah) Syeikh Abdurrahman As-Sudais mengatakan, pengelolaan ibadah haji 1439 Hijriyah/2018 oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi lebih modern dan terencana jika dibandingkan dengan sebelumnya.
dewa

(foto : http://www.google.co.id)

 
Musim haji pada tahun ini dikelola oleh Kerajaan dengan perencanaan matang dengan menyediakan sejumlah sarana modern untuk memastikan seluruh jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan nyaman dan tenang. Sarana tersebut terdiri atas 210 pintu di Masjidilharam, 100 pintu di Masjid Nabawi, 28 tangga berjalan di Masjidil Haram, 38 tangga berjalan bagi jemaah calon haji berkebutuhan khusus, serta tujuh tangga berjalan bagi wanita. (spr)

Tinggalkan Balasan