JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Artikel Hiburan Recent Update

SITU GUNUNG SUSPENSION BRIDGE

IMG_20180801_010930
Jurnalikanews- Situ Gunung dan Curug Sawer sudah pasti menjadi daftar wisata alam yang tidak asing menjadi destinasi populer yang wajib dikunjungi saat berkunjung ke Sukabumi. Semenjak Mei 2017, masyarakat dibuat tidak sabar dengan adanya pembangunan jembatan gantung yang menghubungan dua tempat memukau tersebut. Jembatan gantung yang masih berada dalam kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) tersebut membuka soft opening pada 15-30 Juni 2018 sebelum benar-benar resmi dibuka bebas untuk umum. Pembangunan jembatan yang membentang di atas pepohonan yang rindang ini diawasi langsung oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
IMG_20180801_010911
Semenjak adanya soft opening yang memperbolehkan jembatan ini dilewati, nama Situ Gunung Suspension Bridge dengan mudahnya menjadi viral khususnya di Sukabumi. Adanya aplikasi instagram membuat tempat ini melejit terkenal dengan cepatnya. Pemandangan yang luar biasa tentunya menjadi daya tarik yang sangat kuat bagi para pecinta alam. Sudah jelas udara sejuk menyelimuti setiap perjalanan di kawasan tersebut. Bagi pecinta selfie dan photography juga tentunya akan dimanjakan dengan view yang tidak mengecewakan. Satu hal lain yang menjadikan destinasi ini wajib dikunjungi yaitu statusnya sebagai jembatan gantung terpanjang yang ada di Jawa Barat. Situ Gunung Suspension Bridge memiliki Panjang 250 meter, lebar 2 meter, dan ketinggian mencapai 150 meter. Oleh karena itu melintasi jembatan ini akan memicu adrenalin para pengunjung, namun bagi yang memiliki phobia ketinggian kurang disarankan karena sepanjang melintasi jembatan akan terasa bergoyang dan tentunya ketinggiannya yang cukup menguji nyali. Untuk konstruksi jembatan sendiri papan alas yang digunakan berasal dari Papua bernama kayu ulin yang ditempel pada bentangan tali wayer sling dan disanggah tiang pancang baja dan tertancap di atas permukaan tanah. Hal ini menyebabkan jembatan memiliki kapastitas tertentu untuk dilewati, sehingga petugas benar-benar memperhatikan hal tersebut demi menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan.
Untuk menikmati tempat yang memanjakan mata ini, pengunjung dikenai biaya sebasar 50.000/orang namun berbeda untuk masyarakat dengan KTP daerah Cisaat dan Kadudampit yang mendapat potongan khusus. Untuk saat ini proses pengerjaan masih terus dilakukan dengan membangun berbagai fasilitas tambahan, jadi jembatan ini belum bisa dilewati kembali hingga sekitar Desember 2018. (Rz)