Aksi Mahasisiswa: Gagasan dan Peristiwa

aksi
sumber : google

      Jurnalikanews- Mahasiswa adalah status yang disandang oleh seseorang karena hubungannya dengan perguruan tinggi yang diharapkan dapat menjadi calon-calon intelektual. Secara garis besar mahasiswa memliki 3 peran dan fungsi penting yaitu peranan moral, peranan sosial, perananan intelektual. Tiga peranan itu juga yang menunjukan bagaimana fungsi mahasiswa. Sehingga fungsi mahasiswa pun tidak hanya sebagai seorang intelek yang bergelut dalam bidang keilmuan yang dijalankannya, tetapi juga dituntut mengenai suatu tanggung jawab moral terhadap diri masing-masing sebagai individu untuk dapat menjalankan kehidupan yang sesuai dengan moral yang hidup dalam masyakat. Dalam hal ini, sering dikaitkan dengan demonstrasi atau yang kita kenal sebagai aksi.

       Dalam menjalankan aksi,  mahasiswa sebagai pemuda intelek melakukan kajian terlebih dahulu. Baik secara strategis ataupun responsif, yang berasal dari berbagai disiplin ilmu. Tidak jarang dalam mengkaji mahasiswa melakukan diskusi serta audiensi dengan para pakar. Kemudian hasil kajian ini akan menghasilkan suatu rekomendasi. Rekomendasi tersebut diajukan ke stakeholder melalui advokasi atau jalan diplomasi lainnya. Apabila
segala jalan diplomasi telah dilaksanakan dan tidak berhasil, barulah cara terakhir yaitu aksi turun ke jalan ditempuh. Sehingga sudah semestinya aksi  berpedoman pada suatu kajian, juga selalu ingat bahwa aksi adalah jalan terakhir yang ditempuh jika proses advokasi dan diplomasi tidak berhasil.

         Masyarakat memiliki banyak sudut pandang terhadap aksi yang dilakukan oleh mahasiswa. Beberapa menganggap melihat ide-ide yang diaspirasikan dan ada pula yang sebaliknya. Pada beberapa peristiwa, media selalu memberikan gambaran bagaimana akibat dari adanya aksi,  seperti kemacetan,  kerusuhan, bahkan baku hantam, sehingga terbentuk stereotip yang ada disekitar masyarakat.

         Mengutip dari Eleanor Roosevelt Istri dari Franklin D Roosevelt “Great minds discuss ideas. Average minds discuss events. Small minds discuss people”. Dalam hal ini,  jika masyarakat melihat ide yang digagas, masyarakat dapat melihat bagaimana kajian mahasiswa dan kebijakan pemerintah.

         Melihat bagaimana terciptanya sudut pandang dari masyarakat, alangkah baiknya jika kita sebagai mahasiswa yang berintelektual tinggi dapat menyampaikan kepada masyarakat bagaimana gagasan atau ide yang ada. Ide yang disampaikan kepada masyarakat berpedoman dengan berbagai kajian, sudah tentu dapat mengubah pandangan masyarakat yang masih belum tercerdaskan dan berkutat pada peristiwa yang terjadi. (rfm)

Sumber : https://news.okezone.com/read/2012/04/07/367/607199/memahami-aksi-demonstrasi-mahasiswa#lastread

  • Instgram : @Jurnalika
  • Line : @igx5444h
  • Website : jurnalika-News.com
  • Twitter : @jurnalika
  • Facebook : Jurnalika Bogor
  • YouTube : Jurnalistik Politeknik AKA

Tinggalkan Balasan