

Sumber : CNN Indonesia
Jurnalikanews – Gelombang aksi unjuk rasa yang digerakkan oleh aliansi mahasiswa melalui berbagai perguruan tinggi kembali memuncak pada Selasa, 20 Oktober 2026, mulai pukul 12.00 WIB hingga sore hari, dan mewarnai dinamika politik serta sosial kemasyarakatan di tingkat nasional. Aksi demonstrasi massa yang digelar secara serentak di sejumlah kota besar, seperti Jakarta, Yogyakarta, dan Makassar sebagai wadah konsolidasi bagi para mahasiswa untuk menyuarakan secara lantang dan tegas berbagai bentuk keresahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Pada aksi unjuk rasa kali ini, massa mahasiswa menyoroti serangkaian isu krusial yang dinilai sudah berada dalam kondisi darurat dan membutuhkan respons nyata dari pemerintah. Isu tersebut meliputi mulai dari lambatnya penanganan krisis lingkungan hidup, melonjaknya biaya hidup serta tingginya harga berbagai kebutuhan pokok di pasaran, hingga tuntutan tegas untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap arah kebijakan publik serta sistem tata kelola pemerintahan yang dinilai semakin jauh dari prinsip keberpihakan pada rakyat kecil.
Di Kota Yogyakarta, atmosfer perjuangan dan pergerakan sangat terasa ketika ribuan peserta aksi yang tergabung dalam aliansi mahasiswa menggeruduk gedung DPRD DIY. Massa yang terdiri dari elemen Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII), serta konsolidasi gerakan rakyat ‘Yogyakarta Melawan’ datang secara bergelombang dan memadati area luar gedung legislatif sejak siang hari.
Melalui mimbar bebas yang didirikan di atas mobil komando, para orator secara bergantian melancarkan kritik tajam terhadap respons pemerintah yang dinilai lamban dan kurang serius dalam menangani krisis Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan dan Sumatra, serta rentetan krisis bencana alam di berbagai wilayah Indonesia lainnya. Di tengah carut-marut penanganan krisis ekologis yang mengancam keselamatan warga tersebut, kekecewaan massa semakin membuncah seiring terkuaknya dugaan skandal korupsi di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang melibatkan penyalahgunaan Dana Siap Pakai (DSP).
Tidak hanya menyuarakan kekecewaan atas penanganan bencana, aliansi mahasiswa di Yogyakarta turut menyerahkan sederet daftar tuntutan strategis kepada para wakil rakyat setempat. Tuntutan-tuntutan tersebut mencakup desakan moratorium dan evaluasi transparansi pada pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN), penataan ulang regulasi serta sistem distribusi BBM bersubsidi agar benar tepat sasaran, hingga efisiensi anggaran negara melalui perampingan struktur kabinet yang dinilai terlalu gemuk.
Di samping tuntutan sektoral dan ekonomi, massa aksi di Yogyakarta juga menyerukan penegakan proses peradilan yang jujur dan adil bagi penuntasan berbagai kasus pelanggaran HAM berat masa lalu, penarikan secara bertahap keterlibatan aparat militer dari ruang-ruang sipil, serta perbaikan pola komunikasi para pejabat publik agar lebih mencerminkan rasa empati dan kepedulian terhadap penderitaan masyarakat bawah.
Atmosfer pergerakan yang sama kuatnya juga pecah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, di mana gelombang demonstrasi tersebar secara merata di puluhan titik strategis kota. Massa aksi melumpuhkan beberapa ruas jalan utama dan memadati kawasan-kawasan vital, seperti area di depan kantor sementara DPRD Sulawesi Selatan, kawasan kolam flyover, Jalan AP Pettarani, Jalan Perintis Kemerdekaan, hingga berbagai area strategis di depan gerbang kampus-kampus besar.

Sumber : Detic.com
Guna mengantisipasi potensi gangguan ketertiban umum dan risiko kemacetan lalu lintas yang parah di seluruh penjuru kota, ribuan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, serta dinas perhubungan setempat diterjunkan langsung ke lapangan. Para petugas bersiaga ketat di berbagai persimpangan guna mengawal penyampaian aspirasi warga negara sekaligus mengarahkan para pengguna jalan untuk beralih ke rute-rute alternatif.
Sementara itu, di Ibu Kota Jakarta pergerakan aliansi mahasiswa yang melibatkan BEM Universitas Indonesia (UI), BEM SI Kerakyatan, hingga BEM Universitas Esa Unggul menggelar aksi unjuk rasa dengan memadati kawasan Tugu Tani hingga titik utama di Patung Kuda, Jakarta Pusat. Dalam aksi massa yang dikawal ketat oleh ribuan aparat keamanan tersebut, para mahasiswa menggarisbawahi dan mendesakkan delapan poin tuntutan utama yang ditujukan langsung kepada pucuk pimpinan pemerintah pusat.
Delapan tuntutan mendesak tersebut meliputi penetapan status Karhutla sebagai bencana nasional, perwujudan reforma agraria sejati yang memihak petani, penegakan supremasi hukum sipil, serta pemerataan dan peningkatan akses fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga menuntut peningkatan kesejahteraan para tenaga pendidik, evaluasi mendasar terhadap seluruh program populis pemerintah, penyediaan lapangan kerja serta standar kehidupan yang layak, hingga pemulihan kedaulatan rakyat di atas supremasi konstitusi.
Aksi unjuk rasa yang berlangsung hangat di kawasan Patung Kuda tersebut diwarnai oleh momen dialog terbuka ketika Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara, Binbin Firman Tresnadi, hadir dan turun langsung ke tengah kerumunan masa aksi.
Mahasiswa kemudian mengajak perwakilan dari pihak istana tersebut untuk duduk bersama di atas permukaan aspal guna membedah secara langsung naskah dokumen kajian ilmiah yang telah dirumuskan oleh aliansi mahasiswa.
Dalam kesempatan dialog interaktif tersebut, Binbin menyampaikan apresiasinya terhadap aksi mahasiswa yang menyampaikan kritik serta aspirasi dengan berbasiskan data serta riset kajian yang matang. Ia berjanji secara terbuka akan menyampaikan serta meneruskan berkas dokumen kajian tersebut kepada kementerian-kementerian terkait agar dapat dijadikan bahan pertimbangan dan segera ditindaklanjuti.
Setelah seluruh poin tuntutan dibacakan dan berkas kajian diserahkan secara resmi kepada perwakilan pemerintah, massa mahasiswa membubarkan diri secara tertib dan damai sembari menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Petugas kepolisian yang bersiaga di lokasi kemudian membuka kembali akses lalu lintas di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan dan sekitarnya, sehingga mobilitas kendaraan masyarakat dapat berangsur pulih dan kembali normal.(CPM)
Sumber :
https://share.google/pW218WcujzDgZqT3O
https://share.google/xfdYfgLtaMYIj0FXN
Https://www.bbc.com/indonesia/articles/crvg6q7wgw5jo.amp
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20261020132913-20-1417469/demo-mahasiswa-20-oktober-digelar-serentak-di-jakarta-yogya-makassar/amp
https://news.detik.com/berita/d-8719625/mahasiswa-aksi-di-patung-kuda-bubar-usai-sampaikan-tuntutan-jalan-dibuka-lagi/amp