

Sumber : Dokumentasi Pribadi
Jurnalikanews – Rabu, 23 September 2026, pukul 18.45 WIB, telah dilaksanakan pelantikan calon pengurus BEM IMAKA periode 2026/2027 yang bertempat di Ruang Sidang Gedung E Lantai 3, Politeknik AKA Bogor. Acara ini diawali dengan pembukaan, tilawah Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Totalitas Perjuangan, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya kabar antarkomponen serta pembacaan tata tertib. Memasuki acara inti, kegiatan dilanjutkan dengan perkenalan dari para calon pengurus dan sesi tanya jawab bersama forum.
Di pertengahan acara inti tersebut, sesi tanya jawab antara audiens dan calon pengurus berlangsung dengan hangat dan kritis. Pertanyaan yang dikemukakan oleh forum terfokus pada kejelasan alur birokrasi sistem pengawasan program kerja BEM IMAKA. Selain itu, audiens juga mempertanyakan secara spesifik mengenai perbedaan antara fungsi advokasi dan penyaluran aspirasi mahasiswa, agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaannya.
Tak hanya itu, forum juga meminta penjelasan terkait pelaksanaan Rapat Umum Anggota (RUA). Para calon pengurus BEM turut diminta memaparkan evaluasi program kerja BEM IMAKA, guna memastikan bahwa setiap program dapat tereksekusi dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi seluruh mahasiswa Politeknik AKA Bogor.
Wakil Presiden Mahasiswa BEM IMAKA, Naufa Afifah, menanggapi persiapan kepengurusan baru ini dengan mengungkapkan bahwa proses yang dilalui cukup panjang. “Tantangannya tentu sangat beragam ya, baik itu dari internal maupun dari eksternalnya sendiri. Kami dari pengurus tentu ingin mempersiapkan yang terbaik untuk kepengurusan ini ke depannya, terutama kepada calon pengurus kami. Dari persiapannya cukup panjang juga dan proses kaderisasinya tidak sebentar, mungkin itu tantangan terbesarnya,” jelas Naufa. Ia juga menambahkan terkait target kabinetnya, “Target kami di sini adalah ke depannya dengan dilantiknya pengurus ini, dapat terjalankan proker kami, dapat lancarnya kegiatan kami, dan tentu kami ingin membawa BEM IMAKA ini lebih baik dari kepengurusan sebelumnya.”
Sejalan dengan visi tersebut, pengurus BEM IMAKA yang baru saja dilantik, Chiti Khartika dari Kelas 2 E2 dan Nida Nafisa dari Kelas 2D, turut menjelaskan peran BEM dalam menyelesaikan isu-isu di kampus. “Untuk peran BEM sendiri yang sudah saya rasakan itu, kami memiliki program kerja konsolidasi tiga lembaga. Nah, di konsolidasi tiga lembaga itu kita membahas permasalahan yang ada di kampus, dan hal tersebut nanti akan dibawakan pada saat Rakornas, yaitu bertemu langsung dengan BPSDMI. Nanti kita akan mendapatkan tanggapan dari BPSDMI mengenai permasalahan yang ada di kampus kami,” papar Nida.
Terkait kendala internal, perwakilan pengurus ini menegaskan pentingnya komunikasi, “Tantangan terbesar yang akan kami hadapi mungkin di bagian koordinasi dengan teman-teman kami, di mana kami takutnya ada suatu miscommunication pada staf-staf yang lain yang bisa membawa dampak yang sangat besar ke depannya. Jadi kami mengharapkan di BEM IMAKA sendiri tidak adanya miscommunication sehingga program kerja bisa jalan dengan lancar.”
Antusiasme dan apresiasi juga datang dari pihak audiens yang hadir menyaksikan pelantikan tersebut. Muhammad Fatih, mahasiswa Kelas 2G, membagikan kesannya setelah mengikuti sesi forum yang interaktif. “Kesan saya setelah menjadi warga IMAKA yang menyaksikan bagaimana kepengurusan BEM ini dilantik, saya mendapatkan pengalaman baru tentang bagaimana para pengurus BEM ini akan diberikan tanggung jawab dengan diberikan beberapa pertanyaan. Tentunya POV (sudut pandang) dari warga IMAKA sendiri perlu mereka ketahui, agar mereka bisa selalu mendengarkan apa yang diharapkan dari masyarakat,” ujar Fatih. Ia pun menitipkan harapannya untuk kepengurusan baru ini, “Harapan dari saya sendiri untuk kepengurusan BEM IMAKA 2026/2027 ini adalah mereka bisa menerapkan apa yang selama ini telah dipelajari dan mengembangkan diri, agar setiap tupoksi dan tanggung jawab yang telah diberikan tetap dijalani dengan baik.(MZ/RNS)