JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

AI Makin Pintar, Manusia Makin Malas?

Sumber : TelkomUniversity.ac.id

Jurnalikanews – Dulu kecerdasan buatan atau Artificial Intellegent (AI) sepertinya hanya ada di film-film fiksi ilmiah. Namun belakangan ini, teknologi tersebut telah berkembang menjadi sesuatu yang lebih mudah diakses dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi ini sudah ada selama ini dalam menyediakan rekomendasi untuk media sosial, kamera ponsel, serta mesin pencari, dan asisten penulisan yang merespons dalam hitungan detik.

Generative AI mungkin merupakan salah satu revolusi AI yang paling menarik. Teknologi ini dapat menghasilkan berbagai jenis konten, seperti teks, gambar, audio, video, dan bahkan kode komputer. Kemampuan yang dimiliki tersebut membuat AI tidak hanya digunakan untuk mencari informasi tetapi juga membantu membuat sesuatu yang baru.

Fitur baru ini jelas sangat membantu bagi para pelajar. AI dapat menguraikan materi yang sangat sulit, menemukan ide, membantu menulis rangkuman, bahkan membantu dalam penulisan. UNESCO bahkan telah menyusun panduan nyata mengenai penggunaan generative AI dalam pendidikan dan penelitian.

Ketika jawaban apa pun hanya tinggal mengetik beberapa kalimat, ada risiko yang membuat manusia menjadi bergantung pada teknologi. Padahal AI dapat memberikan informasi yang keliru. UNESCO juga menekankan keterampilan berpikir kritis diperlukan bersamaan dengan teknologi AI, karena setiap informasi yang diberikan perlu divalidasi, diperiksa silang dengan sumber lain, dan dipahami intepretasinya sebelum bisa dipercaya.

Pada akhirnya, AI tidak akan menggantikan manusia. Teknologi ini memiliki kegunaan yang lebih baik sebagai alat pendukung agar manusia dapat bekerja dan belajar lebih efisien. Itulah yang membuat AI bukan sekadar mesin pencari, tetapi membantu kita menciptakan sesuatu yang baru.

Namun, di balik segala kemudahan itu muncul pertanyaan : apakah AI benar-benar membuat orang lebih cerdas daripada sekadar menekan tombol untuk tahu apa yang harus dilakukan atau justru kemalasan membuat mereka lebih jarang berpikir? (MKP)

 

Sumber

McKinsey & Company. “What is generative AI?”

https://www.mckinsey.com/featured-insights/mckinsey-explainers/what-is-generative-ai?utm_source=chatgpt.com

UNESCO. “Guidance for Generative AI in Education and Research.” 2023.

https://www.unesco.org/en/digital-education/artificial-intelligence?utm_source=chatgpt.com

UNESCO International Bureau of Education. “Critical Thinking and Generative Artificial Intelligence.”

https://www.ibe.unesco.org/en/articles/critical-thinking-and-generative-artificial-intelligence?utm_source=chatgpt.com