

Sumber : https://rri.co.id/biak/kesehatan/2038206/gaya-hidup-sehat-yang-simpel-ala-gen-z
Jurnalikanews – Generasi sebelumnya mungkin merasa sudah cukup sehat selama tidak ada yang sakit. Tapi bagi Gen Z, ukuran tersebut sudah tidak relevan lagi. Mereka tumbuh dengan pemahaman bahwa sehat bukan hanya soal tubuh yang kuat atau jarang ke dokter, melainkan tentang kondisi pikiran yang tenang, emosi yang seimbang, dan tubuh yang dijaga dari dalam. Seiring berjalannya waktu, mereka mulai menyadari bahwa semua itu tidak terlepas dari apa yang mereka konsumsi setiap hari..
Pernahkah kamu tiba-tiba merasa gelisah, kehilangan fokus, atau suasana hati memburuk tanpa alasan yang jelas? Banyak orang langsung mencari penyebabnya dari luar tekanan kerja, kurang tidur, atau masalah sosial. Padahal, ada faktor lain yang sering diabaikan, makanan yang masuk ke tubuh kita. Kesehatan mental kita sangat bergantung pada apa yang kita makan melalui mekanisme yang disebut gut-brain axis dan fakta mengejutkannya, serotonin sebagai zat kimia kunci yang mengatur suasana hati, tidur, dan nafsu makan, justru sebagian besar diproduksi di saluran pencernaan, bukan di otak. Hal ini menjelaskan mengapa pola makan yang buruk dapat berdampak langsung pada kondisi emosional seseorang, karena kesehatan usus punya pengaruh nyata terhadap mood dan fokus.
Kalau mau jujur, kebiasaan makan Gen Z sehari-hari masih jauh dari ideal. Sarapan sering dilewati karena terburu-buru, mi instan jadi penyelamat di tengah malam, camilan ultra-processed menemani sesi scrolling, dan kopi lebih sering dikonsumsi daripada air putih.. Kebiasaan-kebiasaan ini perlahan bisa menggerus kualitas hidup.
Menariknya, Gen Z mulai menyadari hal tersebut. Konten seputar makan sehat untuk kesehatan mental dan mindful eating makin ramai di media sosial dan disambut antusias. Menjaga pola makan yang sehat terbukti dapat membantu menurunkan risiko gangguan kesehatan mental., karena asupan makanan yang sehat mampu mengurangi stres, menjaga keseimbangan hormon, membantu proses berpikir, dan meningkatkan kualitas kinerja otak. Fenomena ini bukan sekadar mengikuti tren yang terlihat estetik. Ada pergeseran cara pandang yang lebih dalam bahwa merawat tubuh dan merawat pikiran adalah satu hal yang sama.
Perubahan tidak perlu dilakukan secara drastis. Para ahli menekankan bahwa konsumsi makanan utuh seperti sayuran, buah-buahan, dan makanan fermentasi terbukti mendukung pertumbuhan bakteri baik yang membantu regulasi emosi, sementara asupan tinggi gula dan makanan olahan justru dapat memicu peradangan kronis di usus. Mulailah dari langkah sederhana, misalnya menambahkan satu porsi buah atau sayur setiap hari, kurangi minuman manis secara bertahap, atau pastikan minum air putih yang cukup sebelum ngopi. Langkah kecil yang konsisten jauh lebih bertahan lama dibanding diet ketat yang hanya bertahan seminggu.
Penelitian menunjukkan bahwa pola hidup sehat termasuk menjaga asupan makan, aktivitas fisik, dan kualitas tidur dapat memengaruhi kesehatan mental dan fisik secara nyata, terutama bagi Gen Z. Kesehatan fisik dan mental bukan dua hal yang berdiri sendiri keduanya saling memengaruhi, dan salah satu titik temu terkuatnya ada di piring makan kita. Merawat kesehatan mental tidak harus selalu dimulai dari hal yang besar kadang, langkah pertamanya semudah memilih apa yang kamu makan hari ini. (NJ)
Sumber :
https://rri.co.id/biak/kesehatan/2038206/gaya-hidup-sehat-yang-simpel-ala-gen-z
https://rri.co.id/wamena/kesehatan/2407212/rahasia-kesehatan-mental-ternyata-ada-di-dalam-perut
https://fithub.id/blog/gut-brain-axis
https://mahasiswaindonesia.id/menjaga-kesehatan-mental-gen-z-di-era-digitalisasi/