

Jurnalikanews – Thailand kini bukan lagi sekedar destinasi untuk menikmati kuliner makanan
pedas atau keindahan kuil bersejarah. Dalam beberapa tahun terakhir, sebuah fenomena budaya
baru telah mengambil alih perhatian dunia, seperti industri pakaian bekas berkualitas atau yang
lebih dikenal dengan istilah thrifting. Bangkok telah bertransformasi menjadi pusat perburuan
koleksi vintage terbaik di Asia, menarik ribuan wisatawan fashion yang mencari keunikan di
tengah dominasi produksi massal.
Daya tarik utama dari kegiatan thrifting di Thailand terletak pada kualitas sortir dan
keberagaman koleksi yang ditawarkan. Pada pasar-pasar legendaris seperti Chatuchak Weekend
Market atau Pattavikorn Market, pengunjung tidak hanya disuguhi tumpukan pakaian biasa. Para
pencari baju barang bekas sering kali menemukan jaket denim era 80-an dengan patina alami,
kaos brand original dari dekade 90-an, hingga gaun-gaun desainer dengan kondisi yang masih
sangat bagus. Hal ini terjadi karena Thailand memiliki jaringan distribusi pakaian bekas yang
luas, dan didukung oleh selera mode masyarakat lokal yang berani dalam bereksperimen.
Salah satu titik temu yang paling populer saat ini adalah kawasan Bang Sue Junction. Area ini
bukan sekedar pasar loak konvensional, disana telah terbentuk ekosistem kreatif yang
memadukan belanja dengan gaya hidup. Para pengunjung dapat menikmati suasana pasar yang
terkurasi rapi, lengkap dengan kafe-kafe estetik dan alunan musik yang menemani proses
pencarian barang. Fenomena ini menciptakan pengalaman belanja yang lebih personal dan
mendalam, di mana setiap pakaian yang ditemukan seolah-olah memiliki cerita uniknya sendiri
bagi si pembeli.
Lebih dari sekedar tren gaya hidup, populernya pakaian bekas di Thailand juga didorong oleh
meningkatnya kesadaran kolektif terhadap isu keberlanjutan (sustainability). Bagi banyak
wisatawan mancanegara, membeli pakaian bekas adalah langkah nyata dalam mengurangi
limbah tekstil dan jejak karbon. Alih-alih membeli pakaian baru yang cepet usang, mereka lebih
memilih untuk menginvestasikan waktu dan uang mereka pada produk-produk yang memiliki
ketahanan material lebih baik dan nilai seni yang lebih tinggi, meskipun statusnya barang bekas.
(KAA)
Sumber : https://www.merdeka.com/trending/jadi-tempat-thrifting-terkenal-di-mancanegara-ini-
penampakan-pasar-pattavikorn-di-bangkok-isinya-penuh-barang-bekas-branded-133318-
mvk.html