JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Bukan Sekadar Genangan, Jakarta Benar-Benar Tenggelam

Sumber: CNBC Indonesia

Jurnalikanews— Jakarta kembali dikepung air pada 31 Oktober 2025. Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta sejak Kamis malam hingga Jumat pagi menyebabkan sebagian besar kawasan ibu kota kembali terendam. Bukan sekadar genangan seperti biasanya, kali ini air naik hingga setinggi dada orang dewasa di sejumlah titik, menandai salah satu banjir terparah di penghujung tahun. Tidak hanya banjir yang melanda, namun serangkaian peristiwa turut memperparah kondisi ibu kota mulai dari pohon tumbang, kemacetan panjang, hingga laporan korban jiwa di sejumlah wilayah Jakarta.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, hingga Jumat pagi pukul 07.00 WIB, terdapat 11 Rukun Tetangga (RT) yang tergenang dengan ketinggian air mencapai 40–150 sentimeter. Wilayah paling parah berada di Kelurahan Duren Tiga dan Jati Padang, Jakarta Selatan.

Selain curah hujan yang tinggi, angin kencang juga yang melanda Jakarta menimbulkan kekacauan di berbagai peristiwa wilayah. Beberapa ruas jalan utama seperti Gatot Subroto, TB Simatupang, hingga kawasan Cawang mengalami lumpuh total akibat genangan air yang cukup tinggi dan tumbangnya pe

pohonan. Di kawasan Jakarta Timur, seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa pohon yang roboh. Petugas gabungan dari BPBD dan Dinas Pertamanan turun langsung mengevakuasi korban dan membersihkan jalur yang tertutup batang pohon akibat terpaan angin kencang saat hujan deras melanda.

Dari sisi meteorologi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa intensitas hujan ekstrem ini disebabkan oleh pertemuan angin lembap dari Laut Jawa dan Samudra Hindia yang membentuk awan konvektif di wilayah Jabodetabek. Kondisi ini mengakibatkan curah hujan tinggi dalam waktu singkat, disertai angin kencang yang menyebabkan kerusakan di beberapa titik.

Sebagai respons terhadap kondisi ini, BPBD DKI Jakarta menyiagakan lebih dari 1.200 personel gabungan dari unsur Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas SDA, dan relawan masyarakat. Sejumlah posko pengungsian sementara telah didirikan di beberapa titik terdampak, seperti Kelurahan Pejaten Timur dan Kalibata. Petugas juga memastikan distribusi logistik, makanan siap saji, dan obat-obatan bagi warga yang terpaksa mengungsi.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah dan masyarakat Jakarta. Banjir tidak lagi bisa dianggap sebagai kejadian musiman, melainkan krisis tata kelola lingkungan yang harus diselesaikan secepat mungkin. Jakarta butuh langkah nyata kalau tidak ingin tenggelam. (TH)

 

Referensi:
 https://tirto.id/daftar-titik-lokasi-banjir-jakarta-selatan-timur-
barat-hari-ini-31-oktober-2025-hkMm tirto.id
 https://www.metrotvnews.com/read/bw6Cgm1j-bpbd-dki-satu-
rt-di-jaksel-masih-terendam-banjir
 https://pantaubanjir.jakarta.go.id/ pantaubanjir.jakarta.go.id
 https://www.cnbcindonesia.com/news/20251031092545-7-
680971/potret-banjir-pohon-tumbang-hingga-macet-total-di-
jakarta-kemarin cnbcindonesia.com
 https://tirto.id/update-banjir-jakarta-malam-ini-titik-lokasi-
status-pintu-air-hkLR tirto.id