JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Dari Fast Fashion Ke Eco Fashion, Waktunya Berpakaian Lebih Bijak

Jurnalikanews – Dalam beberapa tahun terakhir, dunia fashion berkembang sangat cepat.
Tren pakaian berganti hampir setiap bulan, bahkan setiap minggu. Hal ini melahirkan
fenomena yang disebut fast fashion yaitu sistem produksi pakaian dalam jumlah besar, cepat,
dan murah untuk mengikuti tren pasar. Sekilas, fast fashion tampak menguntungkan karena
membuat semua orang bisa tampil modis dengan harga terjangkau. Namun dibalik itu, ada
kerusakan lingkungan yang sering diabaikan.
Produksi fast fashion menggunakan bahan sintetis seperti poliester, nilon, dan akrilik yang
sulit terurai di alam. Proses pewarnaannya pun memerlukan banyak air dan bahan kimia
berbahaya yang dapat mencemari sungai. Tak hanya itu, pakaian fast fashion seringkali
dipakai beberapa kali lalu dibuang, sehingga menambah tumpukan limbah tekstil di tempat
pembuangan akhir. Program Lingkungan PBB (UNEP) menyebutkan bahwa industri fashion
menyumbang sekitar 10% emisi karbon dunia dan menjadi salah satu penyumbang limbah air
terbesar di bumi. Selain itu, dilansir dari BBC.com, secara global hanya 12% sampah fashion
yang berhasil didaur ulang, sisanya berakhir mencemari lingkungan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap bumi, hadirlah gerakan eco fashion atau sustainable
fashion. Berbeda dengan fast fashion, konsep eco fashion menekankan pada keberlanjutan
mulai dari bahan baku, proses produksi, hingga konsumsi. Pakaian dibuat dari bahan alami
yang mudah terurai seperti katun organik, linen, bambu, dan tencel. Proses produksinya pun
mengutamakan efisiensi energi dan juga menghindari limbah berlebih.
Untuk beralih menuju gaya berpakaian yang lebih ramah lingkungan, kamu bisa mulai dari
langkah kecil berikut ini.
1. Pilih pakaian dari bahan organik namun berkualitas
2. Gunakan kembali atau modifikasi pakaian lama (upcycling)
3. Belanja di merek lokal yang transparan dan berkomitmen pada praktik berkelanjutan
4. Daur ulang atau donasikan pakaian lama.Berpindah dari fast fashion ke eco fashion bukan sekadar tren, melainkan sebuah gerakan
perubahan gaya hidup bijak yang membawa dampak positif bagi bumi. Dengan setiap
pakaian yang kita pilih, kita dapat menentukan arah masa depan bumi. (DA)
Referensi :
Apa Itu Fast Fashion dan Dampak Fast Fashion Bagi Lingkungan?
https://share.google/epKlUz9W4fV51zl4y
Prodi Ilmu Komunikasi https://share.google/Fy1N0PhXhNyjSe4T5
Eco Fashion, Gaya Berbusana Ramah Lingkungan Untuk Generasi Z
https://share.google/pKgzCPRuu9SRDw6df