JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Fenomena “Healing Culture” di Kalangan Gen Z, Self-Care Beneran atau Cuma Tren?

Sumber: Kompas

Jurnalikanews – Dalam beberapa tahun terakhir, healing mulai marak dibicarakan oleh anak
muda di Indonesia, khususnya di TikTok, Instagram, dan YouTube. Kata ini digunakan untuk
merujuk pada berbagai aktivitas, mulai dari short vacation, sampai daily ritual yang
mengklaim “menyembuhkan” stres dan mental lelah. Fenomena ini menciptakan pertanyaan,
healing kah yang menjadi kebutuhan mental health, atau sekedar lifestyle yang sedang viral?
Beberapa berita menunjukkan bagaimana di Indonesia, healing telah terjalin dengan rutinitas
Gen Z. Misalnya, nongkrong di kafe estetis, staycation singkat di tempat wisata lokal, atau
sekadar berjalan di taman, seringkali diposisikan sebagai self-care dan dibagikan di media
sosial.
Fenomena ini lebih dari sekadar kegiatan fisik. Ini seringkali dikaitkan dengan nilai estetika
tinggi, seperti suasana “Instagram-able” atau konten yang menarik untuk disukai. Ini
menimbulkan pertanyaan, apakah healing benar-benar tentang kesehatan mental atau tentang
membuat konten viral?
Fenomena budaya healing di kalangan Gen Z Indonesia merupakan kombinasi dari dua hal,
yaitu keperluan untuk menjaga kesehatan mental dan gaya hidup yang dipengaruhi sosial
media. Kegiatan yang seharusnya memberi ruang istirahat dan ketenangan, sekarang sering
dipakai untuk tujuan sosial dan estetika. Dengan demikian, healing dapat berarti self-care
yang seharusnya dapat berkualitas, asal dilakukan dengan kesadaran yang disertai tujuan
personal, dan dukungan pemahaman kesehatan mental yang memadai. Sedangkan kalau
healing saat ini hanya untuk konten visual tanpa adanya refleksi diri dan perubahan, lebih
mirip tren media sosial yang bersifat sementara. (MRM)

Referensi

https://rri.co.id/features/1850479/healing-jadi-lifestyle-gen-z-dan-budaya-self-
care?utm_source