

Jurnalikanews – Pada Sabtu, 3 Januari 2026 telah diselenggarakan acara AKA Islamic Fair
(AIF), sebuah acara yang diadakan oleh komponen LDK KMA yang bertujuan untuk
meningkatkan bakat dalam bidang keislaman serta ajang syiar Islam di lingkungan kampus.
Sebagai agenda rutin tahunan, AIF tahun ini konsisten mengusung misi untuk mempererat
ukhuwah sekaligus menggali potensi islami di kalangan generasi muda. Uniknya, sasaran peserta
tidak hanya terbatas pada lingkungan internal kampus, melainkan menjangkau peserta didik
mulai dari kelas satu SD hingga tingkat mahasiswa.
Acara ini diisi dengan berbagai perlombaan seperti mewarnai kaligrafi, sambung ayat, cerdas
cermat, pidato cilik, smart competition islamic (SCI) dan cosplay islamic. Setiap perlombaan
dirancang untuk meningkatkan pemahaman, kreativitas, serta daya kompetitif peserta dalam
memahami nilai-nilai Islam.
Lomba kaligrafi menampilkan kreativitas peserta dalam membuat karya seni tulisan indah.
Sementara itu, lomba pidato dakwah cilik (pildacil) melatih keberanian dan kemampuan peserta
dalam menyampaikan pesan-pesan islami di depan umum. Pada cabang cerdas cermat dan
sambung ayat, peserta diuji kemampuan berkompetisi, pengetahuan, serta ketepatan mereka
dalam memahami dan menghafal Al-Qur’an.
Ketua Pelaksana AIF 2026, Putera Abdillah Siregar, menyampaikan bahwa kegiatan ini
diselenggarakan agar peserta dari tingkat SD hingga tingkat mahasiswa dapat berkompetisi
dalam bidang keislaman. Lomba ini penting diadakan karena dapat melatih kemampuan,
memperluas wawasan, serta menanamkan nilai-nilai Islam sejak usia dini. Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan AIF 2026 tidak terlepas dari berbagai kendala. Waktu persiapan yang cukup singkat serta bertepatan dengan masa ujian menjadi tantangan bagi panitia.
Selain itu, keterbatasan sponsor juga dirasakan karena kegiatan dilaksanakan menjelang akhir
tahun. Meski demikian, acara tetap dapat terselenggara dengan baik berkat kerja sama seluruh
panitia dan pihak terkait.
Antusiasme peserta terlihat dari tanggapan yang disampaikan Muhammad Adlan, peserta lomba
SCI. Ia merasa senang dapat mengikuti AIF 2026 karena memberikan pengalaman yang
bermanfaat. “Saya mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman baru. Selain itu, saya juga bisa
bertemu dengan teman-teman baru. Menurut saya, kegiatan seperti ini penting untuk diadakan
setiap tahun karena dapat membantu membentuk karakter pelajar,” tuturnya.
Hal serupa disampaikan oleh Angel, peserta lomba pildacil. Ia mengungkapkan bahwa
keikutsertaannya dalam AIF 2026 memberikan pengalaman berharga meski sempat merasa
gugup sebelum tampil. “Awalnya saya panik dan gemetar, tetapi setelah selesai rasanya lega.
Dari lomba ini saya belajar untuk lebih percaya diri,” ujarnya. Ia berharap acara ini dapat terus
dilaksanakan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak peserta.

Acara penutupan AIF 2026 diakhiri dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba
sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan prestasi peserta. Selain itu, panitia juga memberikan
santunan kepada anak yatim sebagai bagian dari kepedulian sosial dalam kegiatan tersebut.
Melalui terselenggaranya AIF 2026, panitia berharap seluruh peserta tidak hanya memperoleh
pengalaman berkompetisi, tetapi juga mendapatkan manfaat dari acara ini. Kegiatan ini
diharapkan dapat terus menjadi agenda tahunan yang berkontribusi dalam membangun generasi
muda yang berilmu dan berlandaskan nilai-nilai Islam. (AZR/MMJA/WNO/ZS)