JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Artikel Inspirasi Recent Update Saduran

Bangun Semangatmu dari Tokoh Tesla

Sumber : wallpapercave.com

Jurnalikanews- Siapakah Tesla? Mengapa harus Tesla? Dia merupakan ilmuwan yang sempat dilupakan, padahal ia sangat berkontribusi dalam bidang kelistrikan. Penemuan yang ia ciptakan adalah sistem listrik AC, Tesla Coil, X-Ray, Radio, Wireless, dan masih banyak lagi produk yang ia buat. Tapi jangan salah sangka dulu, semua penemuan yang ia ciptakan tidak selalu berjalan baik dan kehidupan Tesla terkesan buruk.

Sebuah peribahasa berbunyi “Bathok bolu isi madu” yang berarti orang dari kalangan bawah tapi kaya ilmu pengetahuan. Itu adalah peribahasa yang menggambarkan seorang Tesla, pria kelahiran 10 Juli 1856 ini berasal dari keluarga sederhana di mana ayahnya adalah seorang pendeta dan ibunya sebagai ibu rumah tangga biasa.

Tesla pun pernah mengalami masa kelam perkuliahan. Dari yang tidak beristirahat mulai jam 3 pagi hingga 11 malam, terlibat perdebatan dengan dosen, ketagihan main judi, bahkan sempat drop out dari kuliahnya. Tesla dapat berbicara dengan delapan macam bahasa, tak hanya itu dia pun memiliki eidetic memory atau dikenal dengan photographic memory (visualisasi imajinasi).

Tesla sempat berkata “Bahkan sejak masa kanak-kanak, aku sudah dipersiapkan untuk menjadi para rohanian. Namun, prospek ini tergantung seperti awan gelap dibenakku.” Tesla menunjukkan kepada kita setiap manusia sudah ditakdirkan akan menjadi apa, tapi hal itu dapat berubah, tergantung tindakan apa yang akan kita ambil.

Awal karir Tesla dimulai saat bekerja di perusahaan paten milik Thomas Alva Edison, suatu hari ia diminta untuk membuat desain generator DC Edison agar lebih efisien dan akan dijanjikan 50.000 dolar ketika dapat menyelesaikannya. Saat ia menyelesaikannya, ternyata tidak direspon dengan baik oleh Edison mengenai desain tersebut, Edison justru berkata bahwa dia tidak memahami candaan orang Amerika, hingga akhirnya keluarlah Tesla dari perusahaan Edison.

Setelah keluar, Tesla bekerja sebagai kuli dengan bayaran 2 dolar per harinya. Tetapi hal itu tidak membuat Tesla goyah, sebuah kesempatan akhirnya muncul, Tesla bertemu dengan seorang yang membuatkan perusahaan kecil untuknya, dia adalah Brown dan Peck. Pertemuan mereka menghasilkan dampak yang besar, karena Tesla dapat mematenkan motor AC yang luar biasa hingga membuat perusahaan Westinghouse Electric Company tertarik.

Ketika Tesla bekerja di perusahaan Westinghouse, muncul era war of currents karena saat itu bidang kelistrikan sangat diperlukan. Tanpa disadari ternyata Tesla berhadapan dengan mantan tempat ia bekerja, perusahaan Edison. Pada era ini listrik milik Tesla dengan sistem arus AC berkembang pesat, bahkan para kelompok anti AC membuat seolah-olah arus AC ini berbahaya dengan menyetrum beberapa anjing dan kuda hingga tewas hanya untuk menunjukkan betapa berbahayanya AC.

Sumber : sciencefocus.com

Tidak heran para kelompok anti AC hingga membuat hal seperti itu agar reputasi Tesla hancur. Namun, Tesla sudah menyadari hal ini dia pun mengantisipasinya dengan berdiri di atas panggung dan mengalirkan listrik AC melewati tubuhnya. Hal ini membuat Edison cemas, karena apa? Karena model AC Tesla adalah desain yang sempat dibuatkan untuk dirinya tapi kala itu Edison menolaknya. Di era war of current ini reputasi Tesla naik dan kehidupannya berubah menjadi seorang yang sukses.

Tesla berkata “Biarkanlah masa depan mengatakan kebenaran dan mengevaluasi berdasarkan pekerjaannya dan pencapaian. Saat ini adalah milik mereka dan masa depan, untuk apa yang sudah saya kerjakan dengan sungguh-sungguh, adalah milik saya”.

Kisah hidup Tesla dari seorang yang hidup berkecukupan, lalu saat kuliah pernah berjudi hingga dikeluarkan dari kuliahnya. Kemudian, ia pun pernah menjadi seorang kuli, tapi itu tidak akan berlangsung selamanya. “Kebajikan kita dan kegagalan kita tidak bisa dipisahkan, layaknya paksaan dan masalah, ketika mereka dipisahkan, manusia tidak ada lagi.” Ucap Tesla yang dapat membangunkan semangat di dalam diri kita. Mulailah belajar dari kegagalan dan percayalah pada diri kita sendiri, gagal memang terlahir selamanya tapi gagal bukanlah akhir dari segalanya. (MAN)

Sumber :

https://m.bola.com/ragam/read/4287207/20-kata-kata-bijak-nikola-tesla-memberikan-pandangan-berbeda-tentang-hidup

Tinggalkan Balasan