JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Artikel Recent Update

Media Sebagai Pembentuk Karakter

UntitledJURJurnalikanews- Semakin majunya perkembangan teknologi di era globalisasi saat ini, menimbulkan berbagai pengaruh positif maupun negatif bagi masyarakat, terutama bagi kalangan muda. Kemajuan teknologi ini membuat media memiliki peran penting bagi pembentukan karakter. Semakin majunya teknologi berarti semakin besar pula peran media dalam hal ini. Dahulu kita hanya bisa mengetahui informasi melalui radio atau surat kabar, tetapi seiring berkembangnya zaman muncullah televisi bahkan hingga internet. Kita tinggal searching di google apa yang ingin kita ketahui lalu kita akan dapat informasinya.
Sekarang semuanya bisa dilakukan dengan mudah. Kemudahan ini pula yang mengancam karakter anak muda. Mulai dari anak-anak kita sudah diberikan tayangan-tayangan yang tidak sesuai dari media. Anak-anak lebih suka menonton sinetron dari pada film kartun. Padahal itu tak layak bagi mereka. Dilansir dari satrioarismunandar6.blogspot media memiliki tiga fungsi yaitu memberi informasi, mendidik, dan menghibur. Fungsi yang kedua yaitu mendidik sangat berkaitan erat dengan pembentukan karakter. Dalam hal ini media ikut berpartisipasi dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk karakter warga negara. Sayangnya yang terjadi saat ini tidak demikian. Fungsi media sebagai hiburan lebih dominan dibanding sebagai sarana pendidikan. Hal ini dapat kita lihat dari salah satu media massa yaitu televisi yang lebih banyak menayangkan program hiburan dibandingkan program pendidikan.
Dilansir dari storeyzipper.blogspot media diibaratkan sebagai dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Di satu sisi media menampakkan wajah ‘prososial’ dan disisi lainnya media terlihat ‘asosial’. Bila dilihat dari sisi prososial media berupa surat kabar, radio, televisi, film dan internet dapat memberikan pengetahuan yang luas mengenai berbagai peristiwa atau hal yang menyangkut kehidupan. Misalnya, acara pendidikan dan informasi di TV, buku cerita anak, situs-situs pendidikan di internet, film-film yang menghibur dan sekaligus mendidik, atau videogame yang sehat bagi anak. Tetapi bila media sudah menampakkan sisi negatifnya, semua sisi positif itu akan hilang. Media menampilkan muatan yang tidak layak dikonsumsi terutama bagi anak-anak. Misalnya tayangan yang menampilkan sisi kekerasan, situs porno, komik porno, film atau game kekerasan. Hal itu dapat merusal moral, dan tidak baik untuk tumbuh kembang anak. Bila dari kecil saja anak-anak sudah diberikan tayangan yang tidak mendidik, bagaimana ketika sudah dewasa nanti. Mereka bisa saja tumbuh menjadi seseorang yang tidak bermoral. Apa jadinya masyarakat indonesia nanti bila penduduknya sudah mendapat pendidikan yang demikian.
Peran penting orangtua saat ini juga berpengaruh. Pembentukan karakter yang baik dari media dapat didukung dari peran orangtua. Orangtua sebaiknya mengontrol penggunaan media bagi anak-anak agar mereka tidak terjerumus pada hal yang negatif. Bila media digunakan dengan benar, kita akan mendapatkan banyak pengetahuan serta wawasan yang luas. Untuk itu gunakanlah media sebaik-baiknya. (va)
(20/5/17)