JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Berita Berita Eksternal Recent Update

Dies Natalis LPM Marhaen Ke-V, Wujudkan Independensi Pers

2 Jurnalikanews- Sabtu (29/4) acara Dies Natalis Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Marhaen ke-V telah berlangsung di Universitas Bung Karno dengan mengusung tema “Independensi Pers Mahasiswa dalam Kebhinekaan”. Acara ini dimeriahkan oleh pameran fotografi, bazar, teater, talkshow, tari tradisional, dan acara lainnya. Tak hanya enam LPM undangan yang hadir, namun adik-adik jurnalis SMKN 9 Jakarta pun turut meramaikan acara ini.
Pada sesi talkshow, acara dipandu oleh moderator Dita Faisal (Jurnalis TV One) dan menghadirkan pemateri berpengalaman, yaitu Iman D. Nugroho sebagai Jurnalis CNN Indonesia dan ketua Advokasi AJI (Aliansi Jurnalis Indonesia), Teguh Santosa (Ketua umum Serikat Media Siber Indonesia dan Ketua umum bidang luar negeri Persatuan Wartawan Indonesia), serta Wenri Wanhar, seorang sejarawan serta penulis buku.
1Kebhinekaan adalah realita yang memang sudah berada di negeri Indonesia, maka dari itu kebhinekaan haruslah dimaknai oleh masyarakat dan di sinilah letak dimana pers sangat penting dan independensi-nya diperlukan. Seperti yang dikatakan Iman, bahwa seorang pers/wartawan dalam pemberitaan sesuatu tidak boleh ada diskriminasi terhadap suatu golongan, karena kita hidup di kebhinekaan. Pada dasarnya, pers/wartawan haruslah mengerti tentang kode etik jurnalistik dan juga Undang-Undang Pers, yang di dalamnya terkandung arti bahwa wartawan haruslah bersikap independen dan juga netral.
Teguh Santosa berpendapat bahwa seorang wartawan/Pers boleh saja berpihak, namun berpihak disini artinya berpihak tanpa pengaruh ataupun paksaan orang lain melainkan keinginan hati sendiri. Barulah itu bisa dinamakan pers yang independen. (Ag/Nan)
(9/5/17)