JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

AKA Hari Ini Recent Update

PKL 6 BULAN, RASANYA GIMANA SIH?

post 3.1Jurnalikanews- PKL atau Praktek Kerja Lapangan merupakan salah satu implementasi dari program pendidikan terhadap program penguasaan keahlian yang diperoleh kegiatan langsung di dunia kerja. Telinga kita mungkin sudah tidak asing dengan istilah ini. Pada sekolah kejuruan maupun perguruan tinggi, PKL menjadi salah satu tugas akhir dan syarat kelulusan.

Saat ini, mahasiswa tingkat akhir di Politeknik AKA Bogor juga sedang menjalani PKL. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Praktek Kerja Lapangan dilakukan selama kurang lebih 6 bulan lamanya. Hal ini tentu menjadi keluhan bagi para mahasiswa tingkat akhir, salah satunya karena susahnya mencari tempat PKL yang sesuai dan mau menerima dalam jangka waktu tersebut.

“Dengan menjalani kegiatan PKL ini kita bisa mendapat ilmu lebih banyak, menambah relasi dan yang terpenting bisa menyesuaikan diri dengan dunia kerja yang sesungguhnya,” ujar salah satu mahasiswa.

post 3.3Kesulitan utama dalam PKL bagi sebgaian besar mahasiswa Politeknik AKA yaitu dalam pencarian tempat. Dikarenakan perubahan jangka waktu pelaksanaan PKL membuat para mahasiswa tingkat akhir harus lebih matang dalam mencari tempat PKL ataupun mempersiapkan lamarannya di beberapa tempat. Tidak sedikit juga mereka melakukan PKL di dua atau tiga tempat, karena perusahaan atau laboratorium tidak menyanggupi ‘menampung’ mereka selama 6 bulan.

Suka duka PKL menurut salah satu mahasiswi Politeknik AKA Bogor yaitu “sukanya itu bisa dapet pengalaman baru, kenal metode baru dan juga bisa bereksperimen karena beda metode dengan yang diajarkan dikampus. Dan juga disana rasa kekeluargaanya dapet jadi jika bosen langsung hilang karna orang-orangnya asik. Kalo dukanya sih jujur aja aku gak dikasih uang saku selama PKL disini hehe dan juga supervisornya baperan,” ujar Nabiila Rahmani selaku mahasiswi tingkat akhir.

“Kesulitannya selama PKL sih karena jarak rumah dengan tempat PKL yang lumayan jauh jadi ya berasa capeknya apalagi di sana kerjaannya banyak dan rata-rata pengerjaannya masih menggunakan cara konvensional,” ujarnya. (nn&rm)

            (10/4/17)

Tinggalkan Balasan