JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Artikel Berita Eksternal Recent Update

Muara Gembong yang Sudah “Rusak”

       Jurnalikanews.com – Jika mendengar kata Bekasi, mungkin yang terpikirkan di benak kita hanyalah kota padat industri yang terdiri atas banyak pabrik dan bangunan – bangunan besar didalamnya. Tapi tahukah kalian jika di Kabupaten Bekasi masih terdapat daerah yang bisa dibilang belum menyentuh kata layak? Ya derah tersebut ialah Muara Gembong.

post 1.1         Kecamatan yang menjadi perkampungan nelayan ini  terletak pada bagian ujung Kabupaten Bekasi dengan luas sekitar 14.000 hektar. Dimana sekitar 10.000 hektar Muara Gembong merupakan daratan. Karena letaknya yang berada di daerah pesisir, Muara Gembong memiliki keanekaragaman yang tinggi. Dari 10.000 hektar, 5000 hektar merupakan hutan lindung dan 5000 hektar lagi merupakan hutan mangrove. Parahnya, hutan mangroov di Muara Gembong saat ini sangat jauh dari seharusnya, hanya ada sekitar 400 hektar hutan mangrove yang masih tersisa. Hutan mangrove di Muara Gembong sangat memiliki peran penting, selain mencegah abrasi pantai hutan mangrove juga menjadi rumah bagi satwa alam diasana. Salah satunya ialah satwa yang saat ini hampir punah yaitu lutung jawa.

             “Pada awalnya muara gembong dibeli oleh Ir. soekarno untuk menjaga daerah Bekasi dan Jakarta,” ucap bang Umam selaku ketua komunitas Save Mugo. Akan tetapi saat ini Muara Gembong merupakan daerah yang mpost 1.2enjadi “langganan banjir”. Tak hanya banjir rab tapi juga banjir bawaan dari daerah Jakarta. “Iya disini mah sering banget banjir, gak cuma setahun sekali banjirnya. Paling parah tuh kalo banjirnya malem. Sebelumnya udah pernah ada pemasangan paku bumi, tapi banjirnya malah makin parah,” ucap salah seorang pemilik warung. Sampai saat ini penanganan banjir dan abrasi pantai terus dilakukan dengan penanaman mangrove disekitar laut. “ Saat ini Muara Gembong sudah bisa dibilang rusak. Masa iya kita mau diem aja?” tutur bang Umam. (Re)

(10/4/17)