JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Berita Berita Internal Recent Update

Pesan Untuk IMAKA

asasadqqdqdqdqdqwqw

Jurnalikanews- Waktu pasti berubah, begitu pula panji kepemimpinan yang ada pasti akan terus berganti dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sama halnya di IMAKA, Presiden Mahasiswa terpilih periode 2017/2018 yang beberapa waktu lalu dilantik, telah menerima amanah sebagai presiden mahasiswa. Rabu, 29 Maret 2017, M. Fauzi Ramadhan menyampaikan pidato pertamanya selaku Presiden IMAKA 2017/2018 yang bertempat di gedung perkuliahan (kelas 1A) Politeknik AKA Bogor. Acara tersebut dimulai pukul 18.50 WIB dan di hadiri oleh beberapa Mahasiswa Politeknik AKA Bogor. Namun sempat ada pending dari pukul 19.02 – 19.45 WIB karena mendekati waktu sholat isya’.
Atmosfer ruangan begitu khusyu ketika presiden mahasiswa IMAKA berpidato di depan audien yang mendatangi acara tersebut. Pada pidato tersebut, Fauzi selaku presiden mahasiswa menyampaikan beberapa hal terkait dengan peran mahasiswa dalam masyarakat dan sudut pandang mahasiswa terhadap kampus, politik dan masyarakat.
“Saya rasa hadirnya teman-teman di sini, kuliah di kampus ini selama 3 tahun bukan hanya untuk menggeluti mata kuliah atau rentetan 118 sks dari awal sampai akhir, kampus kita membutuhkan lebih dari itu. Kreatifitas mahasiswanya, kadar kritis mahasiswanya, dan perasaan peduli mahasiswa terhadap kampusnya yang bisa meningkatkan derajat kampus ini..”
Selain itu dalam pidatonya, Fauzi juga menjelaskan bahwasannya mahasiswa dianggap sebagai penyambung lidah masyarakat namun saat ini mulai tidak diakui di masyarakat. Hal ini berawal dari sudut pandang mahasiswa yang salah terhadap masyarakat. Namun, pada kenyataannya saat ini mahasiswa sudah terkikis nilai moral dan sosialnya dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga jauh dari kata “bermanfaat”. Seharusnya mahasiswa sendiri mempunyai kontribusi kepada masyarakat. Sehingga sudut pandang mahasiswa terhadap masyarakat haruslah diubah.
Mahasiswa seharusnya dapat diakui di masyarakat dan memiliki jiwa sosialisme serta bisa berkontribusi untuk masyarakat, bukan sebaliknya. Sehingga mahasiswa haruslah mengubah sudut pandang yang kurang mengenakan terhadap kampusnya, masyarakat maupun bangsa dan negaranya dan kembali mengobarkan semangat untuk membangun kembali negerinya.
Pada acara ini juga untuk mengetahui kabar di setiap komponen dan kabar serta pendapat dari pidato yang disampaikan oleh presiden mahasiswa. Tidak hanya dari tiap – tiap komponen, masing – masing angkatan dari angkatan 2015 dan 2016 diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya melalui perwakilan yang menghadiri acara ini. (Ag/Fz)
 
(1/4/17)