JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Artikel Hiburan Recent Update

Era Baru Komik Lokal Indonesia

Jurnalikanews – Siapa yang tidak punya media sosial terutama instagram di zaman modern sekarang ini? Tentunya semua orang pasti memiliki, dan pasti tidak asing dengan akun instagram @jukihoki @tahilalats @maghfirare @si.ocong maupun @drackodiary dong. Ya, mereka adalah akun-akun komik strip yang sering bergentayangan di instagram dan menghibur para pengguna instagram dengan karya-karya milik mereka dengan gambar-gambar dan cerita menarik yang mereka buat.

Selain komikstrip di instagram ternyata banykomik juki1ak yang sudah mengeluarkan buku loh, contohnya sebut saja @jukihoki atau biasa dipanggil Juki dengan nama lengkap Muhammad Marzuki yang sudah banyak menerbitkan bukunya sendiri sehingga kalo kita sedang jalan-jalan di toko buku, pasti akan kita temukan sosok gambar dengan bibir monyong, gigi besar dan rambut sasak satu ini. Tak hanya itu, kabarnya Juki juga sedang akan main di film layar lebar dengan judul film “Si Juki The Movie” pada akhir tahun 2017 ini, tak tanggung-tanggung beberapa artis papan atas pun digandeng oleh Faza Meonk seperti Indro Warkop, Bunga Citra Lestari, Babe Cabita, Ki Joko Bodo, dan masih banyak lagi.

Berbeda dengan Faza Meonk, komik adelkomikus asal Bogor dengan nama asli Adelia Maghfira ini hanya memberikan gambar-gambarnya di instagram saja, namun siapa yang mengira ternyata pemilik akun @maghfirare ini masih duduk di bangku kelas 3 di SMK Negeri 3 Bogor. Gadis yang biasa disapa Adel ini adalah salah satu siswi berbakat dengan keahlian menggambarnya di usia yang masih muda. Jika Juki biasanya berisi kisah seorang anak kosan yang sering mengutang di warteg dan kabur dari ibu kos, maka berbeda dengan Adel, tokoh yang ada di komikstrip miliknya ini bernama sama dengan penggambarnya dan lebih banyak menggambarkan kehidupan anak sekolah yang tak lepas dari shopping, cinta, galau, guru killer, dan hal-hal muda lainnya.

Namun, ada pula @tahilalats dengan gaya menggambarnya dengan khas tangan melengkung-lengkung yang apabila kita mengintip di webtoon dan ngekepoin dia, maka akan ada situasi yang bernama “mindblowon” yang akan disihir oleh gambar-gambar yang ada. Terkadang kita akan dibuat bingung dengan maksud dan arti dari gambar dan cerita yang dibuatnya. Ada lagi cerita di webtoon dengan judul “Eggnoid” yang sukses menembus webtoon internasional, begitu pula dengan “Kosan 95” yang dapat dinikmati oleh pembaca di negara lain dan tersedia dalam fitur bahasa Thailand.

 Seperti kita tahu, sebelum-sebelumnya masih sangat susah bagi kita untuk bisa menikmati komik-komik buatan lokal karena kalah pamor dengan komik-komik Jepang dan komik Barat, seperti halnya siapa yang tidak tahu Naruto atau komik-komik barat seperti Superman maupun Batman dengan segala versi dan plot cerita yang sudah membooming dari dulu. Berkat kemajuan teknologi bernama internet dan media sosial kita dapat lebih mudah untuk menyebarkan dan memperoleh informasi. Itulah sebabnya sekarang kita dapat dengan mudah menyebarkan dan memperoleh informasi, begitu pula dengan komik-komik lokal yang semula sulit dan jarang kita temui sekarang menjadi mudah, bahkan ada beberapa situs dan aplikasi tertentu yang memanjakan kita dengan kontenan komik-komik buatan lokal.

Melihat banyakn komik eggnoid ya komikus lokal beberapa tahun terakhir ini kita dapat melihat sejatinya bahwa banyak orang-orang Indonesia yang memiliki bakat baik dalam alur penceritaan maupun dalam menggambar. Hal ini berarti bahwa orang Indonesia sebetulnya memiliki sebuah potensi namun belum dapat tersalurkan. Berbicara soal penyaluran bakat serta minat, sebetulnya adalah hal yang wajar apabila kita ingin bakat serta minat kita bisa tersalurkan namun akan berbahaya apabila tidak terkontrol. Ada beberapa penerbit yang mewadahi para komikus tadi untuk mencetak sebuah buku, namun sayang terkadang kita melihat lebih banyak anak-anak yang lebih menyukai drama-drama percintaan yang menampilkan adegan-adegan romantis daripada membaca buku bergambar yang dibuat oleh para komikus-komikus lokal. Banyak dari mereka yang memberikan edukasi dengan gayanya masing-masing, apa dengan sedikit gaya humor atau dengan ide cerita yang menyentil ke para pembacanya. (Morris)

(29/3/17)